MELESTARIKAN TARIAN NUSANTARA SEBAGAI IDENTIAS BUDAYA BANGSA


Indonesia adalah negara kaya. Kekayaan hasanah nusantara terwujud dalam masyarakatnya yang multikultural. Multikulturalisme masyarakat Indonesia menjelma dalam berbagai banyak tarian yang lazim dikenal dengan tarian nusantara.

Tarian-tarian ini menandai kebudayaan di setiap daerah bahkan pulau-pulau tertentu. Seperti tari seudati dari Aceh, tari tor-tor dari Medan, tari piring dari Padang, tari tandak dari pekanbaru, tari sekapur sirih dari Jambi, tari Jangget dari Bandar Lampung, tari puti bekhusek dari Palembang, tari Andun dari Bengkulu, tari ronggeng dari Jakarta, tari jaipong dari Bandung, dan tari Saman dari Gayo Aceh. Dalam perjalanannya, semua jenis tarian itu menjadi identitas budaya bangsa.


Seperti yang ditampilkan para pelajar dari MA NU 09 Darussa'adah Rowosari Kendal pada Dialog Kebangsaan yang diselenggarakan oleh PAC GP Ansor Rowosari Kendal. Para siswi ini mencoba mempelajari berbagai jenis tarian nusantara yang dikemas dalam tarian khas tanpa mengurangi esensi tarian itu.
Walaupun dengan iringan musik modern dengan judul Barakallah oleh Maher Zen, keindahan tarian nusantara begitu kentara. Juga saat memerankan tari dengan iringan musik melayu berjudul Nirmala oleh Siti Nur Haliza. Nuansa Melayu sebagai cikal-bakal kebudayaan Nusantara begitu kental dalam tarian ini.

Memang, eksplorasi kebudayaan negeri seperti tarian nusantara kurang serius menjadi perhatian bagi lembaga pendidikan. Ini akibat tuntutan padatnya kurikulum yang lebih mengutamakan kompetensi akademik sehingga usaha mengeksplorasi bakat peserta didik seperti tari-tarian dan potensi lainnya kurang mendapatkan tempat bagi institusi pendidikan di Indonesia. Sis Maula*


Share on Google Plus

About Sis Maula

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar