Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) Pelajar 2016 Resmi dibuka pada Sabtu pagi (23/4) di MTs/MA Darussa’adah Rowosari kendal. Acara yang dibuka oleh Camat Rowosari Muhamad Fatoni melalui Kasi Ketentraman dan Ketertiban Jabri Murdiyono ini diikuti 184 peserta perwakilan SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA/SMK. Hadir juga pada acara tersebut UPT Pendidikan, Kepala Lembaga pendidikan, dan pendamping peserta lomba.

Dalam sambutan Pembukaanya, Jabri mengapresiasi kegiatan ini. Dirinya sangat bangga kegiatan asah bakat Tilawah dan tartil Qur’an di kalangan pelajar. Tak terkecuali ketua panitia Afifudin yang juga kepala KUA Rowosari. “Gelar MTQ pelajar ini untuk mencari bibit-bibit unggul dalam bidang musabaqoh tilawatil quran di wilayah Kecamatan Rowosari”. Terangnya melalui penyuluh Agama Muhtarom.

Acara berlangsung lancar dan meriah. Apalagi, usai acara ditutup dengan tarian koreografi dan kuda lumping yang ditampilkan para siswa-siswi MA Darussa’adah Rowosari.

Dari lomba itu, para juri memutuskan bahwa juara 1 nantinya akan mewakili kecamatan untuk mengikuti MTQ tingkat Kabupaten Kendal. Adapun para pemenang sebagai berikut:


TINGKAT SD/MI

Cabang
TILAWAH PUTRA
Juara 1
M. Nur Missaqi Shiffa
MI NU Gebanganom
Skor 73
Juara 2
Riznu Aimanur R
MI NU Tambaksari
Skor 60
Juara 3
Nazil Fajri
MI NU Jatipurwo
Skor 53

Cabang
TILAWAH PUTRI
Juara 1
Naila Anastasya
SD N Randusari
Skor 64
Juara 2
Nailatun N
SD N Sendangdawuhan
Skor 57
Juara 3
Aisiyah Karimatul
SD N Bulak 2
Skor 55




Cabang
TIARTIL PUTRA


Juara 1
M. Abi Aufa
MI 02 Rowosari
Skor 67
Juara 2
A. Sholah
SD N 2 Tanjungsari
Skor 66
Juara 3
M. Faqihudin
MI NU Tambaksari
Skor 65




Cabang
TARTIL PUTRI


Juara 1
Salisa Mahrifatul Putri
SD N Sendangdawuhan
Skor 61
Juara 2
Indah Puji Astuti
MI NU Tambaksari
Skor 60
Juara 3
Isma Nurita
MI NU Jatipurwo
Skor 59




TINGKAT SMP/MTs

Cabang
TILAWAH PUTRA


Juara 1
M. Zaim A
MTs Al Islam Rowosari
Skor 92
Juara 2
Lutfi
SMP N 1 Rowosari
Skor 85
Juara 3
M. Mutaqin
MTs NU 27 Jatipurwo
Skor 75




Cabang
TILAWAH PUTRI


Juara 1
Tyas Mandini
SMP N 1 Rowosari
Skor 85
Juara 2
Putri Arsyi S
MTs NU 27 Jatipurwo
Skor 74
Juara 3
Nani M Zahra
MTs Al Islam Rowosari
Skor 68




Cabang
TARTIL PUTRA


Juara 1
Danil Izul A
MTs Al Islam Rowosari
Skor 81
Juara 2
M. Lutfi
MTs NU 27 Jatipurwo
Skor 78
Juara 3
Rafi S
SMP Muh 11 Rowosari
Skor 74




Cabang
TARTIL PUTRI


Juara 1
Zia Zakia
MTs Darussa’adah
Skor 81
Juara 2
Riza laili F
SMP Muh 11 Rowosari
Skor 80
Juara 3
Hikmatul Mutiara
MTs NU 27 Jatipurwo
Skor 76




TINGKAT SMA/MA/SMK

Cabang
TILAWAH PUTRA


Juara 1
Muh Ling
SMA N 1 Rowosari
Skor 71
Juara 2
Dwi Prasetyo
SMA Rifa’iyah Rowosari
Skor 68
Juara 3
A. Nur Afif
MA NU 09 Darussa’adah
Skor 64




Cabang
TILAWAH PUTRI


Juara 1
Siti Mudrikah
SMA Rifa’iyah Rowosari
Skor 73
Juara 2
Fiki Naila K
SMK NU 02 Rowosari
Skor 71
Juara 3
Siti Maghfiroh
SMA N 1 Rowosari
Skor 69




Cabang
TARTIL PUTRA


Juara 1
Ali Asa
MA NU 09 Darussa’adah
Skor 56
Juara 2
Miftahul Huda
SMA N 1 Rowosari
Skor 55
Juara 3
Irfan Faisal
SMA Rifa’iyah Rowosari
Skor 54




Cabang
TARTIL PUTRI


Juara 1
Nur Siamah
SMA N 1 Rowosari
Skor 58
Juara 2
Nurul Maghfiroh
MA NU 09 Darussa’adah
Skor 55
Juara 3
Ila fathul K
SMA Rifa’iyah Rowosari
Skor 54



Ratusan Peserta Ikuti Lomba MTQ Pelajar SD-SMK





ROWOSARI – Ratusan peserta perwakilan dari 184 lembaga pendidikan se Kecamatan Rowosari, mengikuti lomba Musyabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) Pelajar Tingkat Kecamatan Rowosari 2016, di MTs dan MA Darussaadah, di Desa Bulak, Kecamatan Rowosari, Sabtu (23/4), kemarin.
Kegiatan tersebut digelar oleh Kantor Urusan Agama (KUA) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kecamatan Rowosari. Sebagai juara pertama diajang MTQ ini akan mewakili Kecamatan Rowosari, maju ke lomba yang sama pada tingkat Kabupaten Kendal, Mei, mendatang.
Kepala KUA Kecamatan Rowosari, Afifudin, mengatakan, gelar MTQ pelajar ini untuk mencari bibit-bibit unggul dalam bidang musabaqoh tilawatil quran di wilayah Kecamatan Rowosari. Kegiatan ini diikuti 184 lembaga pendidikan mulai tingkat SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA dan SMK.
“Masing-masing lembaga pendidikan itu mengirimkan sedikitnya empat kafilah terbaiknya di MTQ pelajar tingkat Kecamatan Rowosari ini,” kata dia.
Dia, mengungkapkan, yang lebih mendasar tujuan pelaksanaan MTQ ini, untuk meningkatkan kecintaan terhadap al Quran sebagai pedoman hidup guna membentuk generasi muda dan masyarakat yang berahlak mulia.
“Kemudian meningkatkan syiar Islam di wilayahKecamatan Rowosari,” unmgkap dia didampingi Ketua Panitia, Abdul Aziz.
Dia, menambahkan, ada dua kategori di dalam lomba MTQ pelajar ini, yakni, kategori tilawah putra, putri dan tartil putra, putri. Masing-masing lomba akan memperebutkan juara I, II dan III.
“Khusus bagi juara I di masing-masing kategori lomba MTQ ini akan jadi duta Kecamatan Rowosari ikut di l.omba MTQ pelajar tingkat Kabupaten Kendal yang akan divgbelar pada tanggal 24 dan 25 Mei 2016,” pungkas dia. (nur)

Sumber : http://www.radarpekalongan.com

Jelang Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Pelajar 2016, Darussa'adah Rowosari sebagai tuan rumah mulai berbenah. Ajang Tilawah Al Qur'an dan Tartil Al Qur'an ini akan digelar pada 23/4 Sabtu mendatang. Rapat koordinasi bersama panitia kecamatan dan panitia lokal juga terlaksana pada Rabu 20/4 kemarin. "Rapat koordinasi dimaksudkan untuk memantapkan persiapan kegiatan MTQ tahun 2016 ini," terang Afifudin, Ketua Panitia yang juga Kepala KUA Kecamatan Rowosari Kendal.

Hingga berita ini ditulis, persiapan panitia yang sudah dilaksanakan antara lain membuat dan mendistribusikan surat pemberitahuan kepada Kepala SD,MI, SMP,MTs, SMA,MA, dan SMK di lingkungan Kecamatan Rowosari. Direncanakan, besok 22/4 akan diadakan rapat panitia sekaligus cecking akhir persiapan sebelum kegiatan berlangsung.

Peserta yang akan hadir diperkirakan  sejumlah 184 peserta yang akan unjuk kebolehannya di bidang Tilawah dan tartil Al Qur,an. Jumlah ini dari perwakilan 36 SD/MI yang masing-masing mengirimkan 4 peserta Tilawah putra putri, dan peserta tartil putra putri. Juga perwakilan 6 SMP/MTs dan 4 SMA/MA/SMK yang masing-masing mengirimkan jumlah peserta yang sama. Jumlah ini belum termasuk jajaran Muspika, Jajaran LPTQ Kecamatan Rowosari, Panitia Penyelenggara dan Panitia lokal, juga pandamping dari tiap lembaga pendidikan.

Oleh karenanya, Darussa'adah melangsungkan rapat koordinasi persiapan untuk menyambut para tamu di wilayah Kecamatan Rowosari ini. "Sebagai tuan rumah sudah seharusnya kita berbenah untuk menyambut para tamu di Darussa'adah," terang Nanang Husni Faruk, Penanggungjawab panitia lokal yang juga Kepala MTs Darussa'adah Rowosari kendal. Sis Maula


Kendal, NU Online
Pelajar Madrasah Aliyah Nahdlatul Ulama 09 Darussa'adah Kecamatan Rowosari Kabupaten Kendal mengunjungi makam Protomulyo Kaliwungu, Kendal, Sabtu (2/3). Mereka membaca tahlil dan bertawassul kepada Rasulullah, sahabat, tabi’in dan ulama di kompleks pemakaman para pejuang Islam di tanah Bahureksa pada masa kerajaan Mataram Islam ini.

Di pemakaman berupa perbukitan yang memanjang dari utara ke selatan dengan ketinggian 60 di atas permukaan air laut, mereka berdoa agar hajat mereka diterima Allah.

Di perbukitan ini banyak jenazah orang saleh dikebumikan seperti Sunan Katong, Paku Waja, Kiai Guru Asy'ari, pangeran Mandurorejo, Pangeran Djoeminah, juga para pendahulu bupati di Kendal.

Selain mendo'akan para wali, mereka berdo'a kepada Allah swt agar segala urusan dimudahkan, hajat baik dikabulkan, termasuk kemudahan saat mengerjakan tiap butir soal UN. Meski UN bukan penentu kelulusan, peserta didik tetap begitu antusias mengikuti ziarah ini.

"Selain mendo'akan para wali, juga mengenalkan sejarah masuknya Islam di Nusantara terutama daerah pesisir pantura melalui prasasti yang masih tertinggal," terang seorang guru di sela-sela kegiatan ziarah berlangsung.

Rutinitas ziarah ini juga dimaksudkan sebagai pembiasaan untuk berziarah bagi peserta didik baik saat ia masih belajar di bangku sekolah atau setelah lulus kelak. (Sis Maula/Alhafiz K)

Sumber : http://www.nu.or.id 
Konstributor : Sis Maula

JELANG Ujian Nasional (UN) tanggal 4 April mendatang siswa Madrasah Aliyah Darusaadah (MAD) Rowosari, mengikuti acara istighosah dan doa bersama, di sekolahan setempat, Sabtu (26/3) pagi.
Doa bersama dilakukan agar dalam menghadapi ujian nati semua siswa mendapatkan kemudahan dalam mengerjakan soal, sehingga bisa lulus 100 persen.
Kegiatan istighosah dan doa bersama ini, untuk keberhasilan ujian nasional diawali dengan tausiah dari ulama untuk memberikan pencerahan kepada siswa. Hal itu juga untuk memberikan pengarahan siswa setelah lulus agar bisa melanjutkan sekolah atau bisa memanfaatkan ilmu dengan baik.
Siswa memanjatkan doa dengan khusyuk dibimbing oleh ustadz setempat juga para guru madrasah.
Salah satu siswa, Nurlela Khasanah, mengaku siap dalam mengahadap ujian nasional, apalagi dengan di adakan doa bersama semakin mantap.
“Dengan doa bersama ini semoga semua siswa semua dengan nilai baik” kata dia.
Guru pembimbing, Mustaghfirin, mengungkapkan, istigotsah atau doa bersama ini, sebagai upaya, selain membarikan les tambahan pada siswa doa bersama ini sebagi bentuk permohonan pada Alloh SWT, agar semua siswa mantab dalam menghadapi ujian nasional.
“Istighosah dan doa bersama ini sebagai upaya terakhir untuk memohon pada Alloh SWT agar semua keinginan para siswa terkabulkan,” tutur dia. (nur)



Sumber :http://www.radarpekalongan.com

Delapan tahun silam telah kembali ke pangkuan Sang Pencipta seorang intelektual-ulama-birokrat, Prof. Dr. Qadri Azizy (QA). Sektama Kementerian Koordinator Kesejahteraan itu dilepas dengan ikhlas oleh keluarga, kolega, sahabat, dan kadernya. Proses pemakaman menyedot perhatian jamaah di -Pemakaman Umum Desa Bulak Rowosari-(red) Weleri Kendal Jawa Tengah. Semuanya melepasnya, amal salihnya tetap mengikutinya.

Sejatinya beliau adalah tokoh brilian Kementerian Agama. Sebelum bertugas di Kemenko Kesra Prof QA adalah Direktur Jenderal Pendidikan Islam dan kemudian Inspektur Jenderal pada Kementerian Agama. Latarbelakang pendidikan fundamentalnya ditempuh di berbagai madrasah dan pesantren di Mranggen Semarang. Pendidikan tingginya dimulai di UIN Semarang -dulu masih IAIN Walisongo Semarang-(red) dan berakhir dengan gelar doktor di Chicago University USA. Konsentrasi kajiannya adalah hukum Islam.




Sebelum berkiprah di kantor pusat Kementerian Agama beliau adalah Rektor UIN Semarang. Banyak kader muda menyaksikan bagaimana briliansi seorang QA dalam memajukan studi Islam interdisipliner. Beliau menyalakan api kajian Islam kritis berbasis khazanah klasik. Setiap orang yang bergumul dan bergaul bersama beliau selalu punya kesan positif.
Adalah QA salah seorang tokoh penting di balik International Conference of Islamic Studies (IICIS). Kepeduliannya untuk mempertarungkan perspektif kajian Islam dalam medan kajian ilmiah modern bersama-sama dengan disiplin keilmuan lainnya. Walau Islam sebagai agama sudah given, tetapi usaha kajian terhadapnya tidaklah semestinya terkungkung pada pandangan dogmatik. Wilayah kritisme terbentang antara Islam sebagai agama wahyu dan pemikiran kaum muslimin yang tak pernah henti memahami pesan substantif agama rahmatan lil 'alamin itu. Pemikiran Islam interdisipliner tidak lain untuk membuktikan superiritas ajaran Islam itu.
Tuan rumah asli IICIS adalah Program Paska Sarjana (PPS) pada sejumlah IAIN. Selama kurang lebih tiga perhelatan IICIS, arahnya lebih pada penguatan internal PPS. Sejak saat itu muncul rintisan program pengembangan akademik baru seperti pertukaran dosen, pertukuran penerbitan, dan kerjasama internasional. Setahap demi setahap PPS pada IAIN memperlihatkan mutu dan keunggulannya sehingga kompetitif dalam perumulan keilmuan di pentas umum. IICIS pun kini menjadi muktamar kajian Islam bagi semua dosen, peneliti, pemerhati, dan pendukung kajian Islam di lembaga manapun.
Misi ini sangat kuat tertanam dalam diri QA sehingga mewarnai kebijakan dan gerakan beliau ketika menduduki posisi Dirjen Pendidikan Islam. Konfidensinya luar biasa sehingga berobesesi untuk mewujudkan kesejajaran kompetitif birokrat Kementerian Agama bersama-sama dengan jajaran birokrasi manapun. Beliau dengan sadar meletakkan dasar kebijakan seperti ini dalam prinsip management of change. Beliau seperti menyingsingkan lengan baju untuk mengakhiri diskriminasi atas anggaran pendidikan Islam.
QA pasti tidak sendirian dan tentu bukan orang pertama atau orang terakhir dalam membela ekselensi pendidikan Islam. Tapi saya menyaksikan QA jelas bagian autentik dari gerakan itu. Mudah-mudahan Allah mengampuni segala dosa, salah dan khilafnya, menerima segala amal ibadahnya, dan menempatkannya di surga-Nya. Para kolega dan generasi berikutnya semoga bisa mengikuti jejak amal salihnya bimardlatillah. Wallahu a'lam bish-shawab. (K. Badruzzaman)

Sumber tulisan : FB Abdul Rouf Mahfudz
Sumber Foto :http://www.suaramerdeka.com

Donor darah adalah proses pengambilan darah dari seseorang secara sukarela untuk disimpan di bank darah untuk kemudian digunakan untuk transfusi darah. Lazimnya, kegiatan ini dilakukan oleh Unit Tranfusi darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI). Donor Darah Sukarela (DDS) bisa dilakukan secara Individu maupun kelompok. Tak terkecuali dewan guru & siswa-siswi MA Darussa’adah Rowosari, salah satu kelompok DDS yang rutin melaksanakan tranfusi darah 3 bulan sekali.

Tranfusi darah memiliki banyak manfaat, baik bagi pendonor maupun pemerima donor (recipient). Diantara manfaatnya bagi pendonor adalah:

Menjaga kesehatan jantung
Tingginya kadar zat besi dalam darah akan membuat seseorang menjadi lebih rentan terhadap penyakit jantung. Zat besi yang berlebihan di dalam darah bisa menyebabkan oksidasi kolesterol. Produk oksidasi tersebut akan menumpuk pada dinding arteri dan ini sama dengan memperbesar peluang terkena serangan jantung dan stroke. Saat kita rutin mendonorkan darah maka jumlah zat besi dalam darah bisa lebih stabil. Ini artinya menurunkan risiko penyakit jantung.

Meningkatkan produksi sel darah merah
Donor darah juga akan membantu tubuh mengurangi jumlah sel darah merah dalam darah. Tak perlu panik dengan berkurangnya sel darah merah, karena sumsum tulang belakang akan segera mengisi ulang sel darah merah yang telah hilang. Hasilnya, sebagai pendonor kita akan mendapatkan pasokan darah baru setiap kali kita mendonorkan darah. Oleh karena itu, donor darah menjadi langkah yang baik untuk menstimulasi pembuatan darah baru.

Membantu menurunkan berat badan
Menjadi donor darah adalah salah satu metode diet dan pembakaran kalori yang ampuh. Sebab dengan memberikan sekitar 450 ml darah, akan membantu proses pembakaran kalori kira-kira 650. Itu adalah jumlah kalori yang banyak untuk membuat pinggang kita ramping. 

Mendapatkan kesehatan psikologis
Menyumbangkan hal yang tidak ternilai harganya kepada yang membutuhkan akan membuat kita merasakan kepuasan psikologis. Sebuah penelitian menemukan, orang usia lanjut yang rutin menjadi pendonor darah akan merasakan tetap berenergi dan bugar. 

Mendeteksi penyakit serius 
Setiap kali kita ingin mendonorkan darah, prosedur standarnya adalah darah kita akan diperiksa dari berbagai macam penyakit seperti HIV, hepatitis B, hepatitis C, sifilis, dan malaria. Bagi yang menerima donor darah, ini adalah informasi penting untuk mengantisipasi penularan penyakit melalui transfusi darah. Sedangkan untuk kita, ini adalah "rambu peringatan" yang baik agar kita lebih perhatian terhadap kondisi kesehatan kita sendiri. Sis Maula.

Diolah dari : wawancara tim UTD PMI Kab. Kendal & http://www.pmi.or.id

Kembali Darussa’adah akan menjadi tuan rumah ajang Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat umum dan pelajar pada 2016. Direncanakan, perhelatan tahunan ini akan diselengarakan pada Sabtu, 23 April 2016. Ini penghargaan kali kedua dipercaya menjadi tuan rumah di ajang yang sama.
Keputusan ini disampaikan pada rapat koordinasi persiapan MTQ tingkat Kecamatan Rowosari pada Selasa, 15/3 di Hall Yanum lantai 2 Kantor Kecamatan Rowosari Kendal. “Rapat Koordinasi ini menindak lanjuti Rakor yang sama di tingkat Kabupaten Kendal pada 23/3” Terang Camat Rowosari melaui Sekcam Rowosari A. Khafidz.
Acara dihadiri Camat Rowosari oleh Sekcam Rowosari, Kepala KUA Rowosari oleh Penyuluh KUA, LPTQ Rowosari, UPT Pendidikan, serta Perwakilan Lembaga Pendidikan tingkat MA, SMA, SMK, SMP, MTs, SD & MI di Kecamatan Rowosari. 

Seperti sebelumnya disampaikan Kepala Bagian Kesra Setda Kendal, Moh Rozi, rakor diadakan sebagai sarana untuk menyatukan persepsi agar pelaksanaan MTQ mendatang bisa terkoordinasi dengan baik dan sukses.
Kasubbag Agama dan Pendidikan Bagian Kesra Setda, Irsadi, juga mengungkapkan, bahwa untuk MTQ pelajar ke 31 dan MTQ umum ke 27 tingkat Kabupaten Kendal, akan memperlombakan empat cabang di kelompok pelajar dan dua cabang di kelompok umum. Empat cabang untuk kelompok pelajar, yakni, cabang tilawah, cabang tartil, cabang hafidz 1 juz dan tilawah serta cabang hafidz 5 juz dan tilawah.
“Sedangkan di kelompok umum cabang yang diperlombakan adalah cabang tilawah al qur’an terdiri dari golongan anak-anak putra dan putri serta golongan dewasa putra dan putri. Cabang hifdzil qur’an golongan 1 juz dan tilawah putra / putri, golongan 5 juz dan tilawah putra/putri, golongan 10 juz putra/putri, golongan 20 juz putra putri, dan golongan 30 juz putra/putri,” tutur dia.
Pelaksanaan MTQ tingkat Kabupaten Kendal diagendakan pada 24 dan 25 Mei 2016. Sedangkan pada tingkat propinsi Jawa Tengah, MTQ pelajar akan dilaksanakan pada bulan Agustus dan dibagian kelompok umum bulan Oktober mendatang. Sis Maula

Label

Selayang MA Darussa'adah

Selayang MA Darussa'adah

Total Tayangan Halaman

Popular Posts

Blog Archive