Madrasah Aliyah (MA) Darussadah Rowosari Kendal bekerja sama dengan PMI Cabang Kendal tadi pagi (27/9) menggelar donor darah di aula setempat. Selain guru dan siswa, juga diikuti warga sekitar MA termasuk perangkat desa setempat. Dari kegiatan ini, PMI Kabupaten kendal berhasil mengumpulkan belasan kantong darah. Kegiatan tersebut sudah rutin dilakukan MA tiap tahun.
Kepala MA Darussaadah Mustain mengaku kegiatan donor darah sudah rutin dilakukan lembaga pendidikan yang dipimpinnya. Tujuan dari donor darah untuk membantu warga yang sangat membutuhkan darah saat dirawat di rumah sakit. Selain itu kegiatan tersebut juga untuk menumbuhkan semangat tolong menolong antarsesama.
“Dengan donor darah ini mudah-mudahan bisa membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan darah,” ujar Mustain.
Staf PMI Cabang Kendal Muhlasin mengaku stok darah saat ini masih cukup tersedia. Meski demikian pihaknya akan terus menggencarkan gerakan donor darah di kalangan masyarakat sehingga donor darah menjadi bagian hidup sehat masyarakat. (013/SM)

sumber : http://www.beritakendal.com/

Tim Rebana MA Darussa’adah Rowosari Kendal tampil memukau pada Festival Rebana (FR) Tingkat Propinsi di Universitas Negeri Semarang (UNNES) pada Sabtu 20/9. Dentuman hadrah dan vocal yang serasi mengundang sorak-sorai pengunjung yang memadati Gedung B6 FBS UNNES Semarang.  Acara yang dihelat Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Rebana Modern UNNES 2014 ini diikuti Tim Rebana dari hampir seluruh Kabupaten dan Kota di Jawa Tengah.
Dari 27 peserta, Tim Rebana MA Darussa’adah berhasil menyisihkan 11 kontentas lain. Ini prestasi yang membanggakan, karena Rebana di Madrasah Aliyah Darussa’adah terhitung masih ‘hijau’. Namun, keberanian mental anggota tim tampil di tingkat provinsi patut diapresiasi. Anggota tim yang dikirimkan pada festival ini antara lain:
  1. Ali Asa (Kelas X)
  2. Muhammad Lutfi Hikami (Kelas X)
  3. Ahmad Khuzali  (Kelas X)
  4. Itta Faradila  (Kelas X)
  5. Imam Mahmudi  (Kelas XI)
  6. Maulana Ihya’ Ulumuddin  (Kelas XI)
  7. Moh. Ghofirin  (Kelas XII)
  8. Atho’illah Al Farid  (Kelas XII)
  9. A. Khoirul Awaludin  (Kelas XII)
  10. Misbahul Munif   (Kelas XII)
  11. Inabatul Masruroh  (Kelas XII)
  12. Fathun Ni’mah (Kelas XII) dan
  13. Lazimatusy Syarifah  (Kelas XII)
Dari penampilannya, MA Darussa’adah berhasil mengantongi total nilai 188 poin. Kepala Madrasah Bapak Moh. Musta’in, S.Ag memberikan support besar atas vestifal ini. “Siswa MA Darussa’adah kita ikutkan festival ini, agar mental keberanian untuk tampil di depan umum semakin terbentuk,” terangnya.
Kendati tidak meraih juara I, para peserta tidak merasa sedih, justru mereka bangga dengan festifal ini. “Kami bangga bisa tampil bersama dengan grup se-Jawa Tengah yang mereka rata-rata sudah pernah meraih kejuaraan,” kesan Inabatul Masruroh, vokalis rebana dari MA Darussa’adah.
Atas prestasi ini, diharapkan siswa yang ikut Ekstra rebana di MA Darussa’adah lebih semangat berlatih agar pada even-even mendatang bisa tampil lebih baik. SM*


KH. ABDULLAH BIN H. BAHRI

Lahir    : Kendal, 14 Agustus 1921
Alamat  : Desa Bulak RT.05 RW.02 Kec. Rowosari Kendal
Jabatan : Penasehat Yayasan Darussa'adah Rowosari Kendal

Tugas Sosial Keagamaan:
Pengasuh Majlis Ta'lim NURUL IMAN Bulak RT.05 RW.02 Kec. Rowosari Kendal

Istri :
1. Hj. Azizah
2. Hj. Zaenab

Putra-Putri:
1. Hj. Munawaroh
2. Hj. Musrifah
3. Prof. Dr. H. A. Qodri Abdillah Azizy, MA
4. Prof. Dr. H. Masykuri Abdillah Azizy, MA
5. Hj. Zaeniyatul Millah

Meninggal Dunia pada 20 Juni 2014 di usia 93 tahun

Keluarga besar MA Darussa'adah saat menjenguk KH. Abdullah di RS. Tugurejo Semerang sebelum meninggal dunia

 IN MEMORIAM "MBAH KAJI"

KH. ABDULLAH, bagi kalangan masyarakat Kendal, terutama di Kecamatan Rowosari lazim dipanggil "Mbah Kaji". Putra dari pasangan H. Bahri dan Hj. Nafi'ah ini lahir 24 tahun sebelum Indonesia merdeka, tepatnya pada 14 Agustus 1921. Abdul Manan, begitu namanya saat kecil. Ia satu dari 6 bersaudara putra-putri H. Bahri. Diantara keturunan H. Bahri adalah :

  1. Nyai Aminah (Menetap dan meninggal di Bulak)
  2. Kyai Muhsan (Menetap dan meninggal di Jatipurwo)
  3. Kyai H. Abdullah/ Abdul Manan (Menetap dan meninggal di Bulak)
  4. Nyai Asiyah  (Menetap dan meninggal di Bulak)
  5. Nyai Fatimah (Menetap dan meninggal di Bulak)
  6. Kyai H. Abdul hanif / Ahmad Subari  (Menetap di Bulak)
Di masanya, belum ada pendidikan formal yang memadai. Hanya pendidikan besutan pemerintah Belanda yang hanya diperuntukkan kalangan bangsawan dan para saudagar. Tidak untuk kalangan rakyat biasa seperti keluarga Manan kecil. Itu sebabnya, Manan bersama 5 saudaranya yang lain hanya mengenyam pendidikan pada kiai di desa sekitar.

Sanad Pendidikan
Diawali belajar kepada Simbah H. Bahri ayahnya. Dengan metode pengajaran klasik di langgar sebagai tempat ibadah dan pendidikan agama bagi kalangan warga sekitar. terutama masyarakat Desa Bulak dan Gilisari Sendangdawuhan. Ini karena lokasi langgar Nurul Imam yang diasuh simbah Bahri berada di perbatasana desa antara bulak dan Gilisari.
Menurut keterangan Nyai. Fatimah (w. tahun 2011), adik kandung H. Abdullah, Langgar Nurul Iman dulu ada di sebelah timur pemakaman umum Desa Bulak, tepat sebelah barat kediaman Nyai Fatimah tinggal. Bentuknya masih khas Langgar panggung.
Saat masih kecil, bersama saudara dan teman sebayanya Manan juga belajar kepada Simbah Mas'ud Gilisari sahabat Simbah Bahri ayahnya. Ia Belajar berbagai displin ilmu keagamaan seperti Alqur'an, Fiqih, Tauhid, Akhlaq, dan juga Tasawwuf melalui Tariqah Qadiriyah wa Naqsabandiyah. Disebutkan dalam manaqib Syech Kiai Ibrahim yang ditulis oleh Rofiq Irzani HF terbitan Yayasan Ibrahimiyah Mranggen, disebutkan Bahwa Simbah Mas'ud adalah murid Kiai Ibrahim Brumbung Mranggen Demak. Dari Kiai Ibrahim inilah Simbah Mas'ud menerima baiat Tariqah Qadiriyah wa Naqsabandiyah. Itu sebabnya, Manan kecil selain belajar ilmu agama Islam, juga sudah digembleng ajaran tasawwuf pendahulunya.
KH. Abdullah bersama para Habaib saat berkunjung di kediaman beliau di Desa Bulak Kec. Rowosari
Pribadi Teduh Meneduhkan
Saat bagian tulisan ini dibuat, penulis sedang bersama Habib Fihir yang baru saja datang dari Jakarta. Ini kunjungan kali kedua habib muda ini datang ke rumah. Ia berkisah saat ‘sowan’ di kediaman Kyai Abdullah. “Kiai Abdullah ini termasuk golongan sholihin”, kenangnya. Memang, Simbah Dullah tidak membeda-bedakan tamunya. Baik perbedaan usia, golongan, maupun status sosial.
Tak terkecuali Habib Fihir ketika berkunjung ke ‘ndalem’ Mbah Dullah. Walaupun sudah ‘sepuh’, ia begitu menghormati Habib Fihir tamunya. Mengambilkan minum juga sekedar makanan kecil. Habib Fihir yang usianya jauh lebih muda bermaksud menolak keinginan Mbah Dullah. Hawatir ‘ngrepoti’. Tapi dengan santun Mbah Dullah berkata: 
“Sudah tidak apa-apa, kanjeng Nabi SAW, kakek buyut panjenengan sudah ‘matur’ agar kita umatnya diperintah untuk menghormati tamu”.
Mendengar jawaban Mbah Dullah, Habib Fihir terdiam. Seolah kehabisan pasal untuk menolak. Namun, eit, sejurus kemudian Habib Fihir lantas menjawab, 
“Iya Mbah, tapi Nabi SAW juga bersabda agar yang muda lebih hormat  kepada yang lebih tua.” 
Hingga terjadi perdebatan yang penuh dengan canda tawa. Canda yang berbobot sarat nilai agama. Pun demikian Habib Fihir tidak bisa menolak penghormatan Mbah Dullah kepada tamunya.

Selang beberapa bulan setelah kejadian itu, habib Fihir mendapat kabar meninggalnya Mbah Dullah. Ia merasa sangat kehilangan. “Kiai Abdullah itu orang besar tapi tidak merasa besar. Saya merasa kehilangan tongkat mendengar Kiai Abdullah meninggal dunia. Sulit mencari orang seperti beliau,” kenangnya. 
KH. Abdullah bersama Habib A. Firdaus bin Masyhur Al Munawwar saat acara Maulidurrasul di Desa Bulak Rowosari
(Tulisan Masih dalam perbaikan, butuh masukan dari berbagai pihak)



Moh. Musta’in, S.Ag.

  Tempat/tgl. Lahir :  
Kendal, 28 Oktober 1976.
  Alamat : 
Wonosari Patebon Kendal
  Pendidikan : 
S.1  IAIN Walisongo Semarang
  Fakultas/jurusan: 
Syari’ah/ Ahwal Al Syakhsiyyah
Jabatan:
Kepala Madrasah
Guru Mapel Bahasa Arab





Ahmad Solikhul Hadi, S.Ag.

Tempat/tgl. Lahir:
Kendal, 01 Maret 1972
Alamat :
Tambaksari Rt : 01 Rw : 05 Kec. Rowosari
Pendidikan:
S.1 IAIT Kediri
Fakultas/jurusan:
Tarbiyah/PAI 
Jabatan:
Waka Kurikulum
Guru mapel Fiqih, Aqidah Akhlaq & SKI



Mahfud Awaludin, S.Si.

Tempat/tgl. Lahir:
Kendal, 16 Juni 1980.
Alamat :
Rowosari Kec. Rowosari
Pendidikan:
S.1  Universitas Gajahmada
Fakultas/jurusan:
Geografi/ PPW Geografi
Jabatan:
Waka Kesiswaan
Guru Mapel Geografi & Matematika





Mustaghfirin, S.Pd I.

Tempat/tgl. Lahir:
Kendal, 23 Mei 1974
Alamat :
Bulak Rt : 05 Rw : 02 Kec. Rowosari
Pendidikan:
S.1  STIK Kendal
Fakultas/jurusan:
Tarbiyah/PAI
Jabatan:
Waka Humas
Guru Mapel Nahwu Shorof & Praktikum BBK




Ahmad Dimyati, S.Pd I


Tempat/tgl. Lahir:
Kendal, 01 Mei 1984
Alamat :
Desa Sukolilan Kec. Patebon Kab. Kendal
Pendidikan:
S.1 STIK Kendal
Fakultas/jurusan:
Tarbiyah/PAI
Jabatan :
Ka. Laboratorium Komputer dan Wali Kelas X (sepuluh)




Nur Dwi Hastuti, S.Pd.

Tempat/tgl. Lahir:
Kendal, 15 September 1983
Alamat :
Magersari Patebon Kendal
Pendidikan:
S.1  IKIP PGRI Semarang
Fakultas/jurusan:
Pend. Bhs & Seni / Pend. B. Inggris.
Jabatan:
Wali Kelas XI dan Guru Mapel Bahasa Inggris





Siti Umnah, S.Pd.I.

Tempat/tgl. Lahir:
Kendal, 18 Maret 1978
Alamat :
Karangsari Rowosari
Pendidikan:
S.1 IAIN Walisongo
Fakultas/jurusan:
Tarbiyah/PAI
Jabatan :
Kepala Perpustakaan & Walikelas XI
Guru Mapel bahasa Indonesia &Seni Budaya




Masruroh, S.Ag.

Tempat/tgl. Lahir:
Kendal, 25 Juli 1973
Alamat :
Bulak Rowosari
Pendidikan:
S.1 IAIN Walisongo Semarang
Fakultas/jurusan:
Dakwah /Bimbingan dan Penyuluhan Agama
Jabatan:
Bimbingan Konseling (BK)





Mundiri, S.Ag.

Tempat/tgl. Lahir:
Semarang, 03 April 1967
Alamat :
Gebanganom Rowosari
Pendidikan:
S1 IIWS Semarang
Fakultas/jurusan:
Syari’ah/Ahwal Al Syakhsiyyah
Jabatan:
Guru Mapel Al Qur’an hadist dan
Bimbingan Baca Kitab (BBK)



Siswanto, SH

Tempat/tgl. Lahir:
Kendal, 02 Februari 1978
Alamat :
Bulak, Rowosari
Pendidikan:
S1. Universitas Islam Malang (UNISMA)
Fakultas/jurusan:
Hukum / Ilmu Hukum
Jabatan:
Kagudep
Guru mapel Sosiologi & PKn





Isfaiyah, S.Pd I

Tempat/tgl. Lahir:
Kendal, 18 Juni 1980
Alamat :
Bulak RT.05 RW.02 Kec. Rowosari
Pendidikan:
S.1 STIK Kendal
Fakultas/jurusan:
Tarbiyah/PAI
Jabatan:
Guru Mapel Sejarah





Suwarno

Tempat/tgl. Lahir:
Kendal, -
Alamat :
Gebanganom Kec. Rowosari
Pendidikan:
-
Fakultas/jurusan:
-
Jabatan:
Guru Mapel Aswaja



Nur Hidayati, SE

Tempat/tgl. Lahir:
Kendal, -
Alamat :
Gempolsewu Kec. Rowosari
Pendidikan:
-
Fakultas/jurusan:
-
Jabatan:
Guru Mapel Ekonomi & Prakarya





Sukroni, S.Sos

Tempat/tgl. Lahir:
Kendal, 11 Juli 1988
Alamat :
Kebonsari Rowosari
Pendidikan:
S.1  UNTAG Semarang
Fakultas/jurusan:
FISIP /Administrasi Publik
Jabatan:
Staf TU





Ana Usfuriyah, S.Sos

Tempat/tgl. Lahir:
Kendal, 23 Februari 1990
Alamat :
Gebanganom Rowosari
Pendidikan:
UNTAG Semarang
Fakultas/jurusan:
FISIP / Administrasi Publik
Jabatan:
Guru Mapel Matematika & Staf TU


Khoirul Amar

Tempat/tgl. Lahir:
Kendal, 27 Mei 1986
Alamat :
Bulak, Rowosari
Pendidikan:
MAN Kendal
Jabatan:

Penjaga Sekolah




  







Sejak berdiri pada 2005, MA Darussa’adah sudah memiliki fasilitas Laboratorium sekolah yang memadai. Kini Lab. Difasilitasi 20 Unit komputer Client dan 1 komputer server dengan dilengkapi fasilitas Jaringan Internet/Intranet dan ruangan yang representatif. Ini dimaksudkan untuk mendorong pengembangan pendidikan siswa dan peningkatan mutu sekolah.




  Pengawas Yayasan Darussa'adah Rowosari Kendal
 
Nama    : Drs. H. Agus Sholeh, M.Ag
Lahir     : Kendal, 15 September 1955
Alamat  : Bugangin Kendal Jawa Tengah
Jabatan: Pengawas Yayasan Darussa'adah Rowosari Kendal

Pendidikan: 
  1. SD Mranggen Demak 1965
  2. Mts. Nidhomiyah Mranggen 1967
  3. MA. Futuhiyah Mranggen 1971
  4. S1 Fak. Ushuludin IAIN Walisongo Semarang 1981
  5. S2 UMS Surakarta 2002

Pekerjaan: 
  1. Kepala Kandepag Kab. kendal 2002 - 2005
  2. Kasubag TU Kandepag Kota Pekalongan
  3. Kepala MTs Negeri pemalang 1999 - 2002
  4. Kepala MTs N Kendal 1993 - 1998
  5. Guru MAN Kendal 1986 - 1993
  6. Staf Kandepag Demak 1981 - 1985
Istri: 
           Hj. Zainiyatul Millah
Putra-Putri: 
  1. Yusi Damayanti
  2. Durrotun Nafisah
  3. Nanang Husni Faruq
  4. Milha Fitri Hawa



KENDAL - Korupsi telah sekian lama merajalela dan memasuki hampir semua sendi kehidupan. Ini bisa dilawan dengan:
  1. Amanah ( jujur dan dapat dipercaya ), 
  2. Kona'ah ( kecukupan ) dan 
  3. Adl / adaalatun ( keadilan ). 
Hal tersebut disampaikan KH. Drs. Agus Sholeh M.Ag -Pengawas Yayasan Darussa'adah Rowosari Kendal, Red- dalam cerahmnya pada Tarawih keliling Anjangsih Muspida yang digadakan Kejaksaan Negeri Kendal di Pendopo Pemkab, Senin malam ( 15 / 7 ).

Apabila manusia mampu memegang teguh amanah dalam segala hal terutama kekuasaan, maka tinadakan korupsi dapat dikurangi bahkan dihilangkan. Apapun hasilnya yang telah dikerjakan dengan sekuat tenaga dan disyukuri akan mendorong manusia tidak akan berusaha memperoleh segala sesuatu di luar kemampuannya. Tidak ada kecenderungan untuk serakah dan anggaran digunakan dengan sebaik-baiknya akan berakibat celah korupsi berkurang.

Dalam penerapannya, lanjut Agus Sholeh, perlu dukungan penegakan keadilan dengan kekuatan hukum yang tegas ( adl ) untuk mendukung langkah pemberantasan korupsi. Untuk menanamkan kesadaran anti korupsi dalam masyarakat perlu adanya pendidikan khususnya budi pekerti sebagai transfer nilai - nilai moral supaya masyarakat sejak dini mengenal akibat - akibat buruk yang ditimbulkan kalau melakukan tinadakan korupsi.

Sementara, Kepala Kejaksaan Negeri Kendal, Raimel Jesaya, SH, M.Hum menyambut baik digelarnya Tarawih Anjangsih Muspida untuk mempererat teli persaudaraan antar Muspida sehingga bisa bekerjasama satu sama lain membangun Kabupaten Kendal. Disampaikannya, toleransi antar umat beragama yang ada di Kabupaten Kendal sangatlah baik sehingga Kabupaten Kendal senantiasa kondusif, saling rukun dan saling peduli antar warga masyarakatnya. ( heDJ / MM/SM* )
Sumber: http://www.kendalkab.go.id

Label

Selayang MA Darussa'adah

Selayang MA Darussa'adah

Total Tayangan Halaman

Popular Posts

Blog Archive