Tidak seperti biasanya, kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW di MA Darussa’adah Rowosari Kendal tahun ini berlangsung lebih meriah. Peringatan tahunan yang dihelat pada Sabtu pagi (16/1) kemarin diadakan bersama dengan siswa-siswi MTs Darussa’adah. Tak ayal, balairung MA penuh sesak siswa-siswi dari dua lembaga pendidikan itu.
Karena acara bersama, tim hadrah juga berkolaborasi. Dari MA Darussa’adah diwakili tim rebana yang pernah mengikuti vestifal tingkat propinsi di Universitan NegeriSemarang (Unnes) 2004, sementara dari dari MTs Darussa’adah oleh siswa-siswi yang mengikuti ekstra rebana.
Disamping meriah, kegiatan memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW itu juga berlangsung khidmad. Kedua Kepala Madrasah Moh. Musta'in, S.Ag. MPd (MA Darussa'adah) dan Nanang Husni Faruq, SE. SHI. juga turut hadir pada acara itu. Tak terkecuali dewan guru dan karyawan. Kepala Madrasah MA Darussa’adah Moh. Musta’in, S.Ag. MPd mengapresiasi kegiatan yang dihelat pengurus OSIS ini.
Acara semakin meriah ketika mauidhoh hasanah diisi oleh Ibu Nur Wakidah yang menyempaikan pesan moral dengan gaya yang menarik perhatian siswa. Lemparan tanya jawab Bu Nur –sapaan akrabnya- membuat materi yang disampaikan mudah dicerna para siswa, yang sebelumnya pembacaan tahlil oleh Ust. Saiful Nadzif.
Kegiatan ditutup pembacaan do’a oleh H. A. Solikhul Hadi dilanjutkan pembacaan sholawat oleh para siswa. (SM)

Dari kanan: Moh. Musta'in, SAg, MPd, Rumhan Basori (Kemenag RI), Siddiq Susdiyanto (Kemenag RI)
Warga Kabupaten Kendal, khususnya wilayah Kecamatan Rowosari  memadati halaman MTs/MA Darussa’adah Rowosari pada peringatan Haul ke-7 Prof. Dr. H. Ahmad Qodri Abdillah Azizy, MA. PhD pada Ahad pagi 18/1.
Seperti diketahui, Prof. Qodri –sapaan akrabnya- meninggal pada Rabu 19 Maret 2008 pada usia 53 tahun di Rumah Sakit Mounth Elizabeth Singapura  dan dikebumikan di daerah kelahirannya di Desa Bulak Kecamatan Rowosari Kabupaten Kendal.
Sebelum mendirikan Yayasan Darussa’adah di Tempat kelahirannya, dia pernah menjabat sebagai Rektor IAIN Walisongo Semarang pada 1997 –sekarang UIN Walisongo-, dilanjutkan sebagai Direktur Jenderal (Dirjen) Kelembagaan Agama Islam Departemen Agama 2002 – 2005, Inspektur Jenderal (Irjen) Departemen Agama (Depag) sejak 2005 – 2007, dan berakhir sebagai Sekretaris Menteri Perekonomian dan kesejahteraan Rakyat (Sesmenko Kesra) pada masa pemerintahan SBY.
Suasana haul 7 Prof. Dr. H. Ahmad Qodri Abdillah Azizy, MA. PhD, Pendiri Yayasan Darussa'adah
Hadir dalam acara tahunan ini. Ruhman Basori, Siddiq Sisdiyanto, keduanya pernah menjadi mahasiswa di IAIN Walisongo yang sekarang bekerja di Kantor Kementerian Agama RI. Ruhman mengisahkan perjuangan Prof. Qodri saat memimpin IAIN Walisongo. “Dia begitu perhatian pada semua mahasiswa, setiap kegiatan difasilitasi, terutama yang berkaitan dengan tulis-menulis”. Kenang Ruhman.
Ini karena Prof. Qodri, selain intelektual, dia dikenal sebagai penulis produktif. Diantara karya yang  fenomenal adalah buku berjudul ‘Reformasi Birokrasi’. Dikatakan fenomenal karena buku ini sarat kritik pemerintahan yang ditulis saat dia menjabat sebagai pejabat pemerintah. Itu sebabnya dia tidak hanya dikagumi di kalangan intelektual muslim tapi juga para politisi.
gebrakan mengejutkan lagi saat dia menjabat sebagai Dirjen Bagais –sekarang Pendis-. Dengan memberikan penyetaraan (mu’adalah) kepada alumni pondok pesantren salaf yang ingin terjun ke dunia pendidikan formal di perguruan tinggi yang akhirnya menelorkan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Pendidikan Nasional.
Acara berlangsung khidmat kendati diguyur hujan. Ceramah agama oleh Drs. KH. Agus Sholeh, MAg. Hadir juga dalam acara ini jama’ah Al Khidmah di Kabupaten Kendal, jajaran Muspika,dan jajaran  pengurus Yayasan Darussa’adah. “Diharapkan, acara Haul mengenang Prof. Qodri ini bisa berlangsung terus-menerus setiap tahun dan lebih semarak”. Terang Dr. Tolkhatul Khoir, MAg. melalui ketua panitia  Moh. Musta'in, SAg. MPd yang juga Kepala MA Darussa'adah Rowosari Kendal. (Sis Maula)

http://www.nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,2-id,57096-lang,id-t,Mengenal+Prof+Qodri+Azizy-.phpx


Jelang peringatan Haul ke 7 pendiri Yayasan Darussa'adah Rowosari Kendal, MA Darussa'adah berbenah menyambut kegiatan tahunan, yang pada 2015 ini akan digelar pada Ahad pagi 18/1 di halaman MA/MTs Darussa'adah Rowosari Kendal.
Seperti diketahui, Pendiri Yayasan Darussa'adah Rowosari Prof. Dr. H. AHMAD QODRI ABDILLAH AZIZY, MA. PhD, meninggal pada Rabu 19 Maret 2008/ 11 Robi'ul Awal 1429 di RS Mounth Elizabeth Singapura. Atau dalam hitungan 3 tahun setelah mendirikan Yayasan Darussa'adah.
Untuk mengenang kepergiannya, pihak keluarga menggelar kegiatan haul setiap tahun. Namun, kegiatan difokuskan di kediaman keluarga almarhum di Desa Bulak 5/2 Rowosari, 300 meter dari MA Darussa'adah. Untuk haul 7 kali ini, kegiatan dipusatkan di halaman MTs/MA Darussa'adah dimaksudkan agar semua civitas Yayasan baik jajaran guru, karyawan, dan siswa ikut mengenang perjuangan beliau. Termasuk masyarakat sekitar bisa ikut berdo'a bersama untuk almarhum.
Acara yang dikemas dengan pengajian umum HAFLAH DZIKIR, MAULIDURRASUL SAW DAN HAUL ini juga mengundang jama'ah Al Khidmah di sekitar Yayasan terutama di Wilayah Kabupaten Kendal.

Pendiri Yayasan Darussa'adah Rowosari kendal Prof. H. Masykuri Abdillah Azizy (dua dari kiri) pada bedah buku "Mengelola Kemajemukan Umat Beragama" di Jakarta pada Rabu 15/8.
Jakarta(Pinmas)—Sekjen Kementerian Agama H. Bahrul Hayat mengatakan, kemajemukan bangsa harus dikelola sebagai kekuatan dan potensi yang dapat didayagunakan untuk memajukan bangsa dan negara, bukan sebaliknya menjadi sumber pemicu disintegrasi bangsa.
Karena itu, mengelola kemajemukan beragama mutlak diperlukan agar eksistensi bangsa ini tak terancam dan cita-cita tujuan nasional dapat diwujudkan, kata Bahrul Hayat saat bedah buku “Mengelola Kemajemukan Umat Beragama” di Jakarta, Kamis.
Dalam pemaparan bedah buku tersebut, tampil sebagai pembedah Prof. Dr. Masykuri Abdillah dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah -yang juga Pendiri Yayasan  Darussa’adah Rowosari Kendal.red-, Sekretaris Eksekutif dan Direktur Konferensi Waligreja (KWI) Romo Edy Purwanto, Pr. Bertindak sebagai moderator Syafii Mufi.
Sekjen Kemenag menjelaskan, Indonesia secara faktual adalah negara majemuk, baik dari segi suku bangsa, agama, budaya, bahasa maupun karakteristik geografis. Di sisi lain, Indonesia pun mengalami berbagai konflik sosial keagamaan baik intra maupun antarumat beragama. Jika dilihat dari sumber terjadinya konflik umat beragama dapat dikategorikan dalam figa faktor: eksogen, endogen dan relasional.
Globalisasi telah melahirkan tatanan sosial baru dengan indentitas yang menyebar dan masyarakat yang “cair”,kata Bahrul.
Konflik internasional di berbagai negara, persoalan kemiskinan dan kesenjangan ekonomi dan pendidikan, hubungan lintas agama tak lagi merupakan antarbangsa tetapi merupakan hubungan antarmanusia terlepas dari batas geografis. Belum lagi universalisasi HAM, termasuk kebebasan berekspresi dan terorisme internasional.
Semua itu merupakan pengaruh perkembangan lingkungan strategis global.
Pokok persoalan dari konflik, menurut dia, akibat lemahnya solidaritas sosial berdasarkan: peraturan perundangan, norma kesepakatan sosial, norma agama dan tata nilai kultural.
Lemahnya ikatan kebangsaan umat beragama yang menempatkan kepentingan kelompok agama di atas kepentingan bangsa. Belum tumbuhnya sikap multikultural yang mengakui, menghargai dan bekerja sama. Masih adanya ketidakadilan sosial, politik dan ekonomi antarumat beragama. Termasuk belum optimalnmya pengembangan dan pemberdayaan berbagai institusi sosial keagaman. Solusi
Dalam buku setebal 232 halaman dengan editor Drs. H. Zainuddin Daulay MA, kemudian Bahrul juga memberikan solusi terhadap persoalan yang dihadapi melalui pendekatan berlapis didukung kebijakan dan strategi yang tepat. Sikap saling mengakui dan menyadari pluralisme amat penting. Termasuk pula sikap saling menghormati (toleransi) dan sikap saling kerja sama (resiprokal).
Prof. Masykuri dalam menanggapi penulis menyatakan bahwa diperlukan antisipasi dini agar suatu sengketa atau ketegangan antarumat beragama tidak berkembang menjadi konflik dan kekerasan. Melibatkan tokoh agama, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) maupun aparat sangat penting.
Perlu peningkatan dialog dan kerja sama antarumat agama, baik di bidang ekonomi mapun sosial. Para tokoh agama perlu mensosialisasikan etika protes, termasuk terhadap pelanggaran regulasi dalam pendirian rumah ibadah, yakni dengan cara bijaksana dan tidak dengan kekerasan, katanya.

Sementara Edy Purwanto dari KWI minta agar gagasan dari buku tersebut perlu dituangkan dalam alur dan pola pemikiran yang jelas. Secara keseluruhan, ia mengapresiasi penulis buku tersebut yang meski punya waktu sedikit masih mau meluangkan pikirannya untuk memberi kontribusi terhadap kerukunan umat. Buku ini pantas dibaca oleh para pemangku kepentingan: pengambil kebijakan di Kemenag, majelis agama, Ormas Keagamaan, dan lainnya.(ant/ess)
diolah dari www.kemenag.go.id

Ketua PLP. Ma'arif Kendal Drs. H. Ibnu Darmawan, M.Pd (kiri) didampingi Kepala MA Darussa'adah  Moh. Musta'in, S.Ag pada MGMP PPKn Kab. Kendal di Lab. Board Actif Lantai 2 MA Darussa'adah Rowosari  pada Kamis 27/11.

Musyawarah Kerja Guru Mata Pelajaran (MGMP) PPKn Kab. Kendal diadakan di MA DARUSSA’ADAH Rowosari Kendal pada Kamis pagi 27/11. Kegiatan yang dipandegani LP. Ma’arif Kab. Kendal ini dihadiri semua guru Mapel PPKn baik MA, SMA, maupun SMK dibawah naungan LP. Ma’arif.  Ini pertemuan kesekian kalinya setelah sebelumnya digelar di MA NU 3 Sunan Katong Kaliwungu.

Kepala MA Darussa’adah Rowosari Moh. Musta’in, S.Ag selaku tuan rumah menyambut baik dan merasa terhormat kegiatan ini diadakan di satuan pendidikan yang dia pimpin. Terlebih, yang bertindak sebagai tutor adalah Ketua LP. Ma’arif Kab. Kendal Drs. H. Ibnu Darmawan, M.Pd. “Istilah orang Jawa, yang hadir ora baen-baen, langsung Pimpinan tertinggi LP Ma’arif Kendal.” Terang Musta’in yang juga pengurus harian LP Ma’arif Kab. Kendal pada sambutan sebagai tuan rumah.

Para peserta MGMP dari MA NU 09 Darussa'adah  Rowosari, MA NU 06 Cepiring, MA NU 08 Pageruyung, MA NU 10 Sukorejo, SMK NU 04 Patebon, SMK NU 03 Kaliwungu, SMA NU 04 Al Ma’arif Kangkung, SMK NU 01  Kendal, SMK NU 08 Darul Fikri,  SMA NU 03 Mualimin Weleri, MA NU 05 Gemuh, MA NU 02 Muallimin, MA NU 04 Alma Arif Boja, SMK NU 06 Muallimin Weleri, SMA NU 02 Sunan Abinawa Pegandon, SMA NU 01 Al Hidayah,  MA NU 03 Sunan Katong, SMK NU 02 Rowosari, SMK NU 05 Kaliwungu Selatan, SMK NU 07 Wahid Hasyim Ringinarum, MA NU 07 Karang Malang, dan SMA NU 05 Brangsong.

Pada kesempatan yang sama, ketua LP. Ma’arif Kab. Kendal Drs. H. Ibnu Darmawan, M.Pd berharap kegiatan MGMP di Kabupaten Kendal khususnya di tingkat satuan pendidikan di bawah naungan LP Ma’arif Kendal harus berjalan. Ini dimaksudkan agar kualitas sebagai guru terus ditingkatkan. “ya dengan MGMP ini kita bisa meningkatkan kualitas sebagai tenaga pendidik”. Tegasnya.

Itu sebabnya, sebagai ketua LP Ma’arif,  pak Ibnu –sapaan akrabnya-  gencar menggerakkan MGMP di Kabupaten Kendal. Dia juga siap diundang kapan saja jika ada MGMP di setiap satuan pendidikan. Acara berlangsung hidmat. Direncanakan, pertemuan berikutnya pada akhir Januari 2015 di MA NU NU 06 Cepiring Kendal. SM*

Label

Selayang MA Darussa'adah

Selayang MA Darussa'adah

Total Tayangan Halaman

Popular Posts

Blog Archive