Berikut kami bagikan Draf Analisis Pembagian Tugas Guru, Struktur Kurikulum 2013, Jadwal Mata Pelajaran, dan Perhitungan Hari Efektif Belajar di MA NU 09 DARUSSA'ADAH ROWOSARI KENDAL. Silahkan Klik Download di bawah ini untuk mengunduh.

1. ANALISIS PEMBAGIAN TUGAS GURU
    DOWNLOAD

2. STRUKTUR KURIKULUM 2013
    DOWNLOAD

3. JADWAL MATA PELAJARAN
    DOWNLOAD

4. PERHITUNGAN HARI EFEKTIF BELAJAR 
    DOWNLOAD
  


Sebagai puncak kegiatan NGABUBURIT DAN BAZAR RAMADHAN 1437 H MA Darussa'adah Rowosari pada Sabtu (18/6), panitia mengadakan bagi ta'jil dan buka bersama dengan kaum dzuafa'. Kegiatan yang diawali dengan Tadarrus Al Qur'an bersam siswa-siswa MA & MTs Darussa'adah Rowosari ini begitu hidmat kendati diguyur hujan. Dua hari sebelumnya (16-17/6), acara diawali dengan Bagi Ta'jil dan Bazar Ramadhan 1437 H di ruas jalan Mushola Al Barokah desa setempat.
Kegiatan yang bekerja sama dengan Gerak peduli Kendal (GPK) cukup memdapat sambutan hangat warga setempat. Sebelum buka bersama berlangsung, diadakan bagi paket lebaran kepada 30 Dzuafa di lingungan Desa Bulak Rowosari. Diawali dari Tim GPK, dilanjutkan pengasuh mushola Al Barokah Kyai Abdul Wahib, juga Kepala MA Darussa'adah Moh, Musta'in. "Kulo seneng sanget pak guru, kulo angsal dum-duman niki.. maturnuwun geh..  (Saya senang sekali Bapak guru, saya dapat bagian paket ini, terimakasih ya),"  terang salah satu dzuafa degan haru.

Setelah adzan maghrib berkumandang, semua yang hadir bersama-sama menikmati ta'jil yang telah disiapkan panitia, dilanjutkan shalat Maghrib berjamaah, dan dilanjutkan dengan makan besar. Para siswa berkenan berbuka di mushola sementara para Dzuafa', dewan guru, dan tamu undangan berbuka puasa di ruang tamu rumah Kyai Abdul Wahib yang juga Ketua Komite MA Darussa'adah Rowosari. Hadir juga dalam acara ini, Kepala MTs Darussa'adah Rowowsari Nanag Husni faruk.
Diharapkan, kegiatan serupa bisa terlaksana di tahun-tahun yang akan datang. Terutama kegiatan berbagi kepada para Dzuafa, bagi lembaga pendidikan kegiatan ini dimaksudkan untuk mengasah jiwa empati, perasaan ikut larut terhadap keadaan seseorang yang secara ekonomi dipandang kurang mampu.


 
Setelah sebelumnya kegiatan Ngabuburit dan Bazar Ramadhan 1437 H diramaikan dengan tampilan musik akustik religi, pada hari kedua (17/6) ini diadakan Tausiyah Ramadhan bersama Ustadz M. Abdul Aziz yang juga Ketua PAC GP Ansor Rowosari. Tausiyah yang dikemas dengan dialog ini mengundang  pengunjung dan panitia untuk ikut berperan aktif berdialog dengan nara sumber.
Tema bahasan seputar Ramadhan. Tentang persiapan jelang Ramadhan, Puasa, juga amalan-amalan yang bisa merusak pahala Ramadhan. Tema ini menarik Ana Yastovia untuk memberi pertanyaan seputar puasa bagi perempuan. Acara Dialog semakin meriah karena panitia memberikan pulsa gratis kepada para pengunjung yang mau bertanya.
Sementara para panitia masih tetap berbagi Ta'jil dan menunggu stan bazar yang berdiri di kanan kiri panggung utama. Bukan sekedar laba rupiyah yang diharapkan dari kegiatan bazar ini, namun lebih untuk melatih para siswa untuk mengasah jiwa wirausaha. "Mereka akan belajar memasarkan produk, menghadapi berbagaikarakter pembeli, dan mengkalkulasi barang keluar dan laba yang diperoleh", terang salah seorang panitia.


Petikan gitar mas Yahya -salah satu personil Fizero- mengundang sorak sorai pengunjung pada Pembukaan Ngabuburit & Bazar Ramadhan 1437 H. Lantunan lagu religi oleh vocal Group asal Pegandon Kendal menambah kemeriahan kegiatan pada 16 Juni 2016 di Halaman Mushola Al Barokah Bulak Rowosari Kendal. Group Fizero diundang untung berbagi bersama para siswa-siswi MA Darussa'adah Rowosari pada acara yang diisi denan Bagi Ta'jil dan Bazar Ramadhan ini.
Sementara di Kanan kiri jalan raya berdiri sederetan para siswa-siswi yang bertugas membagikan ta'jil kepada para pengguna jalan. "terimakasih ya dek atas ta'jil gratisnya", kata salah seorang pengguna jalan. Mengingat sambutan warga yang antusias, tak ayal ratusan ta'jil yang disiapkan habis sebelum waktu buka puasa tiba.

Di tengah pertunjukan musik berlangsung, Waka Kesiswaan MA Darussa'adah A. Sholihul Hadi berkenan membuka kegiatan yang sedianya akan berlangsung 3 hari ke depan. "Dengan bersama membaca surat Al Fatihah, semoga kegiatan selama 3 hari ke depan berjalan dengan lancar," sambutnya.
Diagendakan, setelah tampilan musik Akustik Fizero pada hari pertama, maka pada hari kedua akan diadakan tausiyah Ramadhan bersama Ketua GP Ansor Rowosari sahabat M. Abdul Aziz. Tak lupa Group Rebana Elnova Indonesia juga ditampilkan untuk memeriahkan kegiatan ini.

Salah satu kegiatan pada Ramadhan 1437 H, MA Darussa'adah Rowosari Adakan Pesantren Intensif (Pensif) pada 13 S.D 17 Juni 2016. Kegiatan diisi dengan Tadarrus Al Qur'an bersama dilanjutkan Tausiyah Ramadhan dan ditutup dengan bacaan Do'a. "Kegiatan Pensif ini dimaksudnya untuk lebih menambah wawasan kepada peserta didik. Dengan wawasan itu diharapkan mereka lebih cinta kepada Allah SWT." terang Waka Kurikulum Siti Umnah.
Kegiatan dimulai pada pukul 07.30 dan berakhir 10.00 WIB. Tema Tausiyah tersusun sebagai berikut:

1. Cinta Ramadhan (Indahnya Ramadhan) Oleh Bapak Siswanto, SH
2. Cinta Itu Indah Oleh Bapak Kyai Ahmad Mundziri, S.Ag
3. Cinta Rasul Oleh Bapak Ahmad Dimyathi, S.PdI
4. Cinta Kedua Orang Tua Oleh Bapak Mustaghfirin, S.PdI
5. Cinta Ilmu Oleh Bapak KH. Ahmad Sholihul Hadi, S.Ag

Dengan kegiatan ini diharapkan semua siswa-siswi dan Bapak/Ibu guru bisa hadir guna mensukseskan kegiatan pensif dan lebih mendekatkan diri di Bulan Suci.

Pada Ramadhan 1437 H, Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) MA Darussa'adah dipastikan akan gelar kegiatan Bagi, Ta'jil dan buka bersama yang akan diadakan selama 3 hari berturut-turut. Ini berdasarkan keputusan rapat pengurus OSIS pada 3/6 atau tiga hari sebelum Ramadhan tiba.
"Kegiatan Ramadhan 1437 H kali ini akan diisi kegiatan bagi ta'jil, Bazar, dan Buka bersama" terang Ali Asa selaku Ketua OSIS.
Sebelumnya, kegiatan Ramadhan diisi dengan Bhakti Sosial membersihkan sarana umum terutama tempat ibadah. "Membersihkan Masjid dan Mushola di wilayah Kecamatan Rowosari menjadi agenda rutin tiap bulan Ramadhan", tutur H. A. Solihul Hadi, Waka Kesiswaan MA Darussa'adah Rowosari. Pak Lihul -sapaan akrabnya- sangat mendukung kegiatan bagi ta'jil ini, karena Ramadhan memang mometum untuk berbagi.
Kegiatan bertajuk NGABUBURIT DAN BAZAR RAMADHAN 1437 H mengambil tempat di halaman Mushola Al Barokah Bulak, atau tepanya di Barat Pasar. Dilaksanakan Pada Kamis s.d Sabtu 16 s.d 18 Juni 2016. Agenda ini menyesuaikan kegiatan KBM di Madrasah yang menetapkan tanggal 18 adalah hari terahir KBM.Kegiatan ini bekerjasama dengan Jama'ah NURUL FATA Bulak, Majelis ELNOVA INDONESIA Bulak, dan Gerak Peduli Kendal (GPK).
Dengan rencana kegiatan ini, diharapkan segenap panitia bisa kompak sehingga kgiatan berjalan sesuai rencana.

 
Tarian lagu Cublek-cublek Suweng, dimainkan oleh para siswi kelas X MA Darussa'adah Rowosari. Lagu ini sejatinya lagu dolanan anak-anak di Jawa karya Kanjeng Sunan Giri (1442 M) yang berisi syair sanepa (simbol) penuh makna dan keutamaan hidup manusia.
Cublak-cublak suweng, suwenge teng gelenter, mambu ketundhung gudel, pak empo lera-lere, sopo ngguyu ndhelikake, Sir-sir pong dele kopong, Sir-sir pong dele kopong, sir-sir pong dele kopong. Lagu dolanan anak-anak di Jawa, karya Sunan Giri (1442M) ini berisi syair ‘sanepo’ (simbol) yg sarat makna, tentang nilai-nilai keutamaan hidup manusia.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/puisi.wibhyanto/memahami-lagu-cublak-suweng-yang-kaya-makna_552a89e16ea8340e30552d31
Tarian ini sebagai penutup serentetan tarian yang diperankan dalam serial drama Qois Laila pada HUT 11 MA Darussa'adah Rowowsari Kendal pada Rabu 4 Mei 2016. Silahkan simak videonya di bawah ini:
ublak-cublak suweng, suwenge teng gelenter, mambu ketundhung gudel, pak empo lera-lere, sopo ngguyu ndhelikake, Sir-sir pong dele kopong, Sir-sir pong dele kopong, sir-sir pong dele kopong. Lagu dolanan anak-anak di Jawa, karya Sunan Giri (1442M) ini berisi syair ‘sanepo’ (simbol) yg sarat makna, tentang nilai-nilai keutamaan hidup manusia. Cublak-cublak suweng, Cublak Suweng artinya tempat Suweng. Suweng adalah anting perhiasan wanita Jawa. Cublak-cublak suweng, artinya ada tempat harta berharga, yaitu Suweng (Suwung, Sepi, Sejati) atau Harta Sejati. Suwenge teng gelenter, Suwenge Teng Gelenter, artinya suweng berserakan. Harta Sejati itu berupa kebahagiaan sejati sebenarnya sudah ada berserakan di sekitar manusia. Mambu ketundhung gudel, Mambu (baunya) Ketundhung (dituju) Gudel (anak Kerbau). Maknanya, banyak orang berusaha mencari harta sejati itu. Bahkan orang-orang bodoh (diibaratkan Gudel) mencari harta itu dengan penuh nafsu ego, korupsi dan keserakahan, tujuannya untuk menemukan kebahagiaan sejati. Pak empo lera-lere, Pak empo (bapak ompong) Lera-lere (menengok kanan kiri). Orang-orang bodoh itu mirip orang tua ompong yang kebingungan. Meskipun hartanya melimpah, ternyata itu harta palsu, bukan Harta Sejati atau kebahagiaan sejati. Mereka kebingungan karena dikuasai oleh hawa nafsu keserakahannya sendiri. Sopo ngguyu ndhelikake, Sopo ngguyu (siapa tertawa) Ndhelikake (dia yg menyembunyikan). menggambarkan bahwa barang siapa bijaksana, dialah yang menemukan Tempat Harta Sejati atau kebahagian sejati. Dia adalah orang yang tersenyum-sumeleh dalam menjalani setiap keadaan hidup, sekalipun berada di tengah-tengah kehidupan orang-orang yang serakah. Sir-sir pong dele kopong, Sir (hati nurani) pong dele kopong (kedelai kosong tanpa isi). Artinya di dalam hati nurani yang kosong. Maknanya bahwa untuk sampai kepada menemu Tempat Harta Sejati (Cublak Suweng) atau kebahagiaan sejati, orang harus melepaskan diri dari atribut kemelekatan pada harta benda duniawi, mengosongkan diri, tersenyum sumeleh,rendah hati, tidak merendahkan sesama, serta senantiasa memakai rasa dan mengasah tajam Sir-nya atau hati nuraninya. Pesan moral lagu dolanan "Cublak Suweng" adalah: “Untuk mencari harta kebahagiaan sejati janganlah manusia menuruti hawa nafsunya sendiri atau serakah, tetapi semuanya kembalilah ke dalam hati nurani, sehingga harta kebahagiaan itu bisa meluber melimpah menjadi berkah bagi siapa saja ”.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/puisi.wibhyanto/memahami-lagu-cublak-suweng-yang-kaya-makna_552a89e16ea8340e30552d31
Cublak-cublak suweng, suwenge teng gelenter, mambu ketundhung gudel, pak empo lera-lere, sopo ngguyu ndhelikake, Sir-sir pong dele kopong, Sir-sir pong dele kopong, sir-sir pong dele kopong. Lagu dolanan anak-anak di Jawa, karya Sunan Giri (1442M) ini berisi syair ‘sanepo’ (simbol) yg sarat makna, tentang nilai-nilai keutamaan hidup manusia. Cublak-cublak suweng, Cublak Suweng artinya tempat Suweng. Suweng adalah anting perhiasan wanita Jawa. Cublak-cublak suweng, artinya ada tempat harta berharga, yaitu Suweng (Suwung, Sepi, Sejati) atau Harta Sejati. Suwenge teng gelenter, Suwenge Teng Gelenter, artinya suweng berserakan. Harta Sejati itu berupa kebahagiaan sejati sebenarnya sudah ada berserakan di sekitar manusia. Mambu ketundhung gudel, Mambu (baunya) Ketundhung (dituju) Gudel (anak Kerbau). Maknanya, banyak orang berusaha mencari harta sejati itu. Bahkan orang-orang bodoh (diibaratkan Gudel) mencari harta itu dengan penuh nafsu ego, korupsi dan keserakahan, tujuannya untuk menemukan kebahagiaan sejati. Pak empo lera-lere, Pak empo (bapak ompong) Lera-lere (menengok kanan kiri). Orang-orang bodoh itu mirip orang tua ompong yang kebingungan. Meskipun hartanya melimpah, ternyata itu harta palsu, bukan Harta Sejati atau kebahagiaan sejati. Mereka kebingungan karena dikuasai oleh hawa nafsu keserakahannya sendiri. Sopo ngguyu ndhelikake, Sopo ngguyu (siapa tertawa) Ndhelikake (dia yg menyembunyikan). menggambarkan bahwa barang siapa bijaksana, dialah yang menemukan Tempat Harta Sejati atau kebahagian sejati. Dia adalah orang yang tersenyum-sumeleh dalam menjalani setiap keadaan hidup, sekalipun berada di tengah-tengah kehidupan orang-orang yang serakah. Sir-sir pong dele kopong, Sir (hati nurani) pong dele kopong (kedelai kosong tanpa isi). Artinya di dalam hati nurani yang kosong. Maknanya bahwa untuk sampai kepada menemu Tempat Harta Sejati (Cublak Suweng) atau kebahagiaan sejati, orang harus melepaskan diri dari atribut kemelekatan pada harta benda duniawi, mengosongkan diri, tersenyum sumeleh,rendah hati, tidak merendahkan sesama, serta senantiasa memakai rasa dan mengasah tajam Sir-nya atau hati nuraninya. Pesan moral lagu dolanan "Cublak Suweng" adalah: “Untuk mencari harta kebahagiaan sejati janganlah manusia menuruti hawa nafsunya sendiri atau serakah, tetapi semuanya kembalilah ke dalam hati nurani, sehingga harta kebahagiaan itu bisa meluber melimpah menjadi berkah bagi siapa saja ”. SELESAI

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/puisi.wibhyanto/memahami-lagu-cublak-suweng-yang-kaya-makna_552a89e16ea8340e30552d31

Kolaborasi Tari kuda Lumping khas budaya Nusantara dalam serial drama QOIS LAILA dari kitab karya Syech Nizami Al Ganjavi. Lakon ini ditampilkan pada HUT 11 MA DARUSSA'ADAH Rowosari Kendal, Rabu 4 Mei 2016. Tarian ini menggambarkan semangat heroik bagi lakon Qois yang memiliki kecedasan istimewa dan keahlian luar biasa dalam bidang seni. Termasuk seni berperang. Silahkan simak Video di bawah ini:

Kuda lumping juga disebut jaran kepang atau jathilan adalah tarian tradisional Jawa menampilkan sekelompok prajurit tengah menunggang kuda. Tarian ini menggunakan kuda yang terbuat dari bambu atau bahan lainnya yang di anyam dan dipotong menyerupai bentuk kuda, dengan dihiasi rambut tiruan dari tali plastik atau sejenisnya yang di gelung atau di kepang. Anyaman kuda ini dihias dengan cat dan kain beraneka warna.
Tarian kuda lumping biasanya hanya menampilkan adegan prajurit berkuda, akan tetapi beberapa penampilan kuda lumping juga menyuguhkan atraksi kesurupan, kekebalan, dan kekuatan magis, seperti atraksi memakan beling dan kekebalan tubuh terhadap deraan pecut. Meskipun tarian ini berasal dari Jawa, Indonesia, tarian ini juga diwariskan oleh kaum Jawa yang menetap di Sumatera Utara dan di beberapa daerah di luar Indonesia seperti di Malaysia ,Suriname, Hongkong, Jepang dan Amerika.
Kuda lumping adalah seni tari yang dimainkan dengan properti berupa kuda tiruan, yang terbuat dari anyaman bambu atau bahan lainnya dengan dihiasi rambut tiruan dari tali plastik atau sejenisnya yang di gelung atau di kepang, sehingga pada masyarakat jawa sering disebut sebagai jaran kepang. Tidak satupun catatan sejarah mampu menjelaskan asal mula tarian ini, hanya riwayat verbal yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Konon, tari kuda lumping adalah tari kesurupan. Ada pula versi yang menyebutkan, bahwa tari kuda lumping menggambarkan kisah seorang pasukan pemuda cantik bergelar Jathil penunggang kuda putih berambut emas, berekor emas, serta memiliki sayap emas yang membantu pertempuran kerajaan bantarangin melawan pasukan penunggang babi hutan dari kerajaan lodaya pada serial legenda reyog abad ke 8.
Terlepas dari asal usul dan nilai historisnya, tari kuda lumping merefleksikan semangat heroisme dan aspek kemiliteran sebuah pasukan berkuda atau kavaleri. Hal ini terlihat dari gerakan-gerakan ritmis, dinamis, dan agresif, melalui kibasan anyaman bambu, menirukan gerakan layaknya seekor kuda di tengah peperangan.
Seringkali dalam pertunjukan tari kuda lumping, juga menampilkan atraksi yang mempertontonkan kekuatan supranatural berbau magis, seperti atraksi mengunyah kaca, menyayat lengan dengan golok, membakar diri, berjalan di atas pecahan kaca, dan lain-lain. Mungkin, atraksi ini merefleksikan kekuatan supranatural yang pada zaman dahulu berkembang di lingkungan Kerajaan Jawa, dan merupakan aspek non militer yang dipergunakan untuk melawan pasukan Belanda.
Sumber Bacaan : https://id.wikipedia.org

Tari Barakallah Maher Zen ikut semarakkan HUT 11 MA darussa'adah Rowosari Kendal. Para penari ini kolaborasi kelas X da XI MA darussa'adah Rowosari. Dalam urutan kisah drama QOIS LAILA yang ditampilkan, tarian inisebagai hiburan pada bagian 10 saat Laila dinikahkan dengan Ibnu Salam.
Untuk itu, silahkan simak vidio tariannya di bawah ini:








Pementasan Drama bertajuk "Qois Laila" turut semarakkan HUT ke 11 Madrasah Aliyah Darussa'adah Rowosari Kendal pada Rabu (4/5) di halaman MA Darussa'adah Rowosari Kendal. Tim solid kerja bareng OSIS MA Darussa'adah dan Gerakan Pramuka Ambalan As Syafi'i - Robi'ah Adawiyah begitu memukau ratusan pengunjung yang hadir.

Seperti diketahui, HUT MA  Darussa'adah Rowosari Kendal ditetapkan setiap tanggal 2 Mei. Sudah menjadi rutinitas tahuan untuk menyambut momentum bersejarah ini, OSIS didapuk menjadi panitia penyelenggara. Pentas Seni (Pensi) menjadi kegiatan favorit selain lomba antar kelas, Cerdas Cermat, dan menghias tumpeng. Kisah Qois Laila dipilih panitia untuk dipentaskan dalam memeriahkan HUT 11 ini.

Diawali kisah Sayyid Omri dan Istrinya, pemuka Kabilah Omriyah yang lama tak berketurunan. Dengan ketulusan doa'nya sehingga dikarunia putra tampan dan cerdas bernama Qois Al Mulawwah. Peran ini begitu lincah dimainkan Ahmad Khuzali dan Siti Afifah yang keduanya duduk di kelas XI.
Qois kecil diasuh dengan penuh kasih sayang, kecerdasan di bidang seni, membuat syair, dan seni berkuda semua ditampilkan dalam drama ini. Dalam perannya, Qois yang dimainkan Ali Asa kelas XI sangat ekpressif memainkan Mandolin Oud Mesir. Kemeriahan semakin pecah ketika Qois memerankan kelihaiannya dalam berkuda diiringi 6 penari kuda lumping. Sorak sorai pengunjung pun nyaris tak terelakkan.


Sampai pada cerita pertemuan Qois dan Laila di sebuah pesantren, Nur Afif kelas X yang berperan sebagai seorang Syech tampak menikmati perannya. "Afif ini kalau berjubah kayak Syech beneran ya," celetuk seorang pengunjung yang juga guru di MA Darussa'adah.

Kehadiran Qois, disambut Laila. Tak dinyana ternyata Laila juga memiliki perasaan sama. Sama ingin memiliki dan dimiliki. Laila yang diperankan Itta Faradillah kelas XI pun mengundang teriakan pengunjung. Kelihaiannya memainkan koreo lagu Oh May Darling bersama 6 penari lainnnya membuat para lakon drama semakin bersemangat.

Sayangnya, jalinan asmara mereka tak disetujui orang tua Laila. Ayah Laila dimainkan Agi Digus kelas X, dan ibu Laila diperankan Putri Utami Sari kelas XI. Hingga Laila harus diboyong dari pesantren untuk pulang ke Nejd. tentu ini membuat duka mendalam bagi Qois.

Tak henti-hentina Qois mencari Laila, menaiki gunung, menapaki jurang, membelah panasnya gurun, dengan memanggil-manggil nama Laila. Hingga badannya tak terurus, rambut memanjang tak beraturan layaknya orang gila. Hingga orang memanggilnya MAJNUN. Begitu juga Laila yang sehari-hari menulis surat untuk Qois dan dilemparkan ke udara. Barang kali angin ada yang mau mengantarkan suratnya pada Qois.

Paksaan orang tua Laila untuk pulang ke Nejd ternyata ada rencana tersembunyi, dirinya bermaksud menjodohkan laila dengan Ibnu Salam, pria terhormat di jazirah Arab. Walaupun dengan penolakan tajam, Laila tetap tidak berdaya dan harus menuruti titah ayahandanya.

Pernikahan meriah pun berlangsung. Supri Samiun kelas X berhasil memerankan dirinya sebagai modin. Termasuk pemera Ibnu Salam yang begitu fasih melafadzkan kata "sah....".
Kemeriahan pesta didukung dengan pementarsan tari koreografi lagu Barokalloh dari Maher Zen. Sorak sorai terus menyeruak saat para penari naik panggung. "Ternyata anak-anak pinter nari juga ya," kata Ibu Isfaiyah, salah seorang guru dengan penuh takjub.


Juga penampilan tari tradisional Cublak-cublak suweng hasil besutan Ibu Fitrotul Jannah, salah satu guru keterampilan di MA Darussa'adah. Dari 7 penari, semua berasal dari kelas X.


namun pernikahnanya dengan Ibnu Salam menambah beban luka begitu mendalam bagi Laila. Pun juga dengan Ibnu Salam yang nyaris tak sempat menyentuh Laila. Duka ini mengakibatkan sakit berlarut dan akhirnya Ibnu Salam meninggal Dunia.
Sementara Qois maih mengembara di hutan dan tinggal di puing-puing reruntuhan bangunan tua. Ia tidak tahu kalau Laila kekasihnya telah menikah dengan Ibnu Salam. Naufal teman karibnya memberi tahu perihal pernikahan kekasihnya itu. Namun Qois tidak percaya. Karena dirinya yakin, Cinta Laila hanya untuk Qois.

Pecarian cinta Qois pada Laila tanpa henti. Ia terus berjalan menuju Nejd untuk bertemu kekasihnya Laila walau sesaat. Kesedihan Qois semakin larut ketika lagu Sukaro mengiringi langkah Qois yang terseret. Didukung oleh 6 penari yang memerankan tarian duka Qois.


Pun juga Laila yang menanggung duka mendalam. Ia menangis sekuatnya, memanggil Qois kekasihnya, dan memutuskan bertemu cintanya di akhirat kelak. Kematian Laila membawa duka bagi keluarga Nejd. Cucuran air mata keluarg Nedj, dan semua karib Laila turur menyertai pemakamannya.

Akhirnya, pencarian Qois al Majnun harus berakhir di pusara Laila. Ia menangis sekuatnya hingga meninggal Dunia di atas pusara Laila. "Aduh... sedih sekali", tutur seorang pengunjung dengan sorot mata berkaca-kaca.
Melihat pementasan siswa-siswi MA Darussa'adah mengundang respon para pengunjung. "Ternyata anak-anak punya bakat dalam seni pentas. Bakat ini ke depan terus dibina untuk dikembangkan. Kekompakan menjadi kunci utama dalam seni pementasan tim seperti drama ini," terang Ibu Siti Umnah, guru Bahasa Indonesia.
Juga Ibu Fitrotul Jannah, "Bagus sekali, rasanya ingin terus menyimak lagi kalau durasinya lebih panjang lagi,".
Kesuksesan pementasan ini tak luput dari rangkaian persiapan OSIS sebagai panitia penyelenggara HUT 11 MA Darussa'adah setelah mendapat restu dari Kepala Madrasah Moh. Musta'in. Juga para lakon yang gigih berlatih sepulang sekolah. Jajaran guru pendamping yang senantiasa meluangkan waktu ikut berperan dalam kesuksesan pentas ini. Apalagi saat jelang naik panggung, hampir semua guru MA, dan MTs Darussa'adah berperan aktif mengawal aksi panggung anak didik mereka. Mulai persiapan kostum, peminjaman property, dan juga tata make up. "Kami sangat berterimakasih kepada semua pihak yang telah membantu suksesnya kegiatan ini," tutur ketua OSIS Ali Asa dalam sambutannya.

Label

Selayang MA Darussa'adah

Selayang MA Darussa'adah

Total Tayangan Halaman

Popular Posts

Blog Archive