Memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2017, MAK NU 09 Darussa'adah Rowosari Kendal mengadakan upacara Senin pagi (23/10) di Halaman Madrasah setempat, dilanjut upacara kali kedua pada sore hari di Halaman Kantor Kecamatan Rowosari Kendal.

Kegiatan diikuti seluruh siswa MAK NU 09 dan MTs Darussa'adah dan segenap dewan guru dan karyawan. Ikut menjadi peserta upacara Satuan Koordinasi Banser Kecamatan Rowosari. Ini dimaksudkan untuk memberikan pendidikan bagi para siswa untuk meneladani para santri dan kyai saat resolusi jihad di Surabaya pada 22 Oktober tahun 1945 yang kemudian diperingati sebagai hari santri.

Pada peringatan tahun ke 3 HSN ini Kepala MAK NU 09 Darussa'adah sebagai pemimpin upacara membacakan pidato ketua umum PBNU tentang HSN 2017 di hadapan peserta upacara. Dirinya juga menekankan isi pidato tersebut tentang pentingnya memelihara perilaku baik yang telah dilakukan para pendahulu, tapi jangan lupa agar tetap menciptakan hal baru yang lebih baik. Dengan memegang prinsip "al mukhafadzatu ala qadimish sholih wal akhdzu bil jadidil aslah"

 Upacara berlangsung dengan tertib dan lancar ditutup dengan yel-yel hari santri yang dipimpin oleh Komandan Satkorkel Banser Desa Bulak kecamatan Rowosari Nasrul Latif Tohir. Diharapkan kegiatan ini bisa dilestarikan pada tahun-tahun berikutnya. *SM

Prof. Dr. Masykuri Abdillah (urutan 8 kanan Raja Salman) usai diskusi bersama Raja Salman, Presiden Joko Widodo, dan sejumlah tokoh lintas agama di Hotel Raffles jakarta Selatan, Jum'at (3/3/2017)
SALAH satu keberhasilan spektakuler dari kunjungan Raja Salman bin Abdul Aziz Al-Saud ke Indonesia adalah pertemuan beliau dengan komunitas antaragama. Jumat (3/3), Raja Salman didampingi Presiden Jokowi bertemu dengan sejumlah tokoh lintas agama di Hotel Raffles, Jakarta Selatan.

Pertemuan  tersebut dihadiri 28 tokoh berbagai agama: Islam, Kristen Protestan, Kristen Katolik, Buddha, Hindu, dan Konghucu. Dari Islam hadir Din Syamsuddin, Azyumardi Azra, Kamarudin Amin, Alwi Shihab, Yenny Wahid, Abdul Mu’ti, Masykuri Abdillah, Komaruddin Hidayat, dan Yudie Latief. Sedangkan dari Kristen Protestan hadir Hanriette T Hutabarat, Rony Mandang, Jacob Nahuway, dan Gomar Gultom.

Sementara tokoh agama Katolik yang hadir Ignatius Suharyo Hajoatmojo, Antonius Subianto, Pascalis Bruno Syukur, dan Frans Magnis Suseno. Adapun tokoh agama Buddha hadir Hartati Tjakra Murdaya, Sri Pannyavaro, Suhadi Sanjaya, dan Arif Harsono.

Dari Hindu ada Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya, Ketut Parwata, Letjen TNI (Purn) Putu Soekreta Soeranta, dan Made Gede Erata. Adapun dari Konghucu—Uung Sendana, Budi Santoso Tanuwibowo, dan XS Djangrana. Dalam pertemuan bersejarah tersebut, Raja Salman meminta agar toleransi beragama terus ditingkatkan.

Pada kesempatan itu, Raja Salman menyatakan dukungannya atas dialog rutin antarumat beragama di Indonesia. Dialog tersebut, kata Khadimul Kharamain, akan memperkuat hubungan masyarakat untuk menopang kestabilan negara.

Raja menyampaikan bahwa Saudi sudah melakukan hal sama, dialog antaragama untuk menentang terorisme dan radikalisme. Saudi, kata Salman, telah mendirikan sebuah lembaga nirlaba bernama King Abdullah bin Abdulaziz International Centre for Interreligious and Intercultural Dialogue (KAICIID) yang berlokasi di Wina, Austria.

Tujuan dari LSM yang dibentuk 26 November 2012 lalu itu adalah untuk mempromosikan dialog antaragama secara global guna mencegah dan memecahkan konflik. Raja Salman juga mengajak Indonesia untuk lebih erat melawan aksi radikalisme. Realisasi dari ajakan itu sudah dituangkan dalam bentuk nota kesepahaman (MoU) antara dua kepolisian yang diteken di Istana Bogor pada 1 Maret lalu.

Toleransi beragama, kata Salman, menjadi modal kuat untuk kemajuan bersama. Raja memuji Indonesia karena beliau menganggap Indonesia stabil. Hal ini terjadi karena ada semangat toleransi yang ditunjukkan antarumat beragama di Indonesia.

Salman mengatakan umat beragama harus saling membantu. Tanpa hal itu, sulit terjadi persatuan. Dalam pertemuan tersebut, Presiden Jokowi menyatakan para pemimpin agama adalah salah satu pilar dalam rangka harmoni persatuan bangsa Indonesia. Mereka menjadi teladan bagi umatnya dalam rangka mengembangkan sikap toleransi.

Sementara itu, tokoh-tokoh lintas agama menyatakan apresiasinya atas waktu yang diluangkan Raja Salman untuk berbincang dengan mereka. Ini adalah perjumpaan simbolik dan tonggak sejarah bagi Indonesia. “Kedatangan Raja Salman menjadi siraman energi yang luar biasa bagi Indonesia," kata Yenny Wahid yang hadir dalam pertemuan tadi.

Sumber berita: https://nasional.sindonews.com
Sumber Foto: http://www.suarainvestor.com

Berikut kami share file Presentasi PPDB tahun 2017/2018 MA NU 09 DARUSSA'ADAH PROGRAM KETERAMPILAN Rowosari Kendal Jawa Tengah Tahun 2017/2018























Indonesia adalah negara kaya. Kekayaan hasanah nusantara terwujud dalam masyarakatnya yang multikultural. Multikulturalisme masyarakat Indonesia menjelma dalam berbagai banyak tarian yang lazim dikenal dengan tarian nusantara.

Tarian-tarian ini menandai kebudayaan di setiap daerah bahkan pulau-pulau tertentu. Seperti tari seudati dari Aceh, tari tor-tor dari Medan, tari piring dari Padang, tari tandak dari pekanbaru, tari sekapur sirih dari Jambi, tari Jangget dari Bandar Lampung, tari puti bekhusek dari Palembang, tari Andun dari Bengkulu, tari ronggeng dari Jakarta, tari jaipong dari Bandung, dan tari Saman dari Gayo Aceh. Dalam perjalanannya, semua jenis tarian itu menjadi identitas budaya bangsa.


Seperti yang ditampilkan para pelajar dari MA NU 09 Darussa'adah Rowosari Kendal pada Dialog Kebangsaan yang diselenggarakan oleh PAC GP Ansor Rowosari Kendal. Para siswi ini mencoba mempelajari berbagai jenis tarian nusantara yang dikemas dalam tarian khas tanpa mengurangi esensi tarian itu.
Walaupun dengan iringan musik modern dengan judul Barakallah oleh Maher Zen, keindahan tarian nusantara begitu kentara. Juga saat memerankan tari dengan iringan musik melayu berjudul Nirmala oleh Siti Nur Haliza. Nuansa Melayu sebagai cikal-bakal kebudayaan Nusantara begitu kental dalam tarian ini.

Memang, eksplorasi kebudayaan negeri seperti tarian nusantara kurang serius menjadi perhatian bagi lembaga pendidikan. Ini akibat tuntutan padatnya kurikulum yang lebih mengutamakan kompetensi akademik sehingga usaha mengeksplorasi bakat peserta didik seperti tari-tarian dan potensi lainnya kurang mendapatkan tempat bagi institusi pendidikan di Indonesia. Sis Maula*



Gerakan Pramuka Ambalan Asy Syafi'i - Robiah Ad Dawiyah pangkalan MA NU 09 Darussa'adah Rowosari kendal gelar Seminar Pramuka pada Jum'at siang 27/1 di pangkalan setempat. Acara dengan mengambil tema "Membangun Anak bangsa Melalui Kegiatan Pramuka" ini diikuti pangkalan lain di wilayah kecamatan Rowosari.

Selain anggota pramuka pangkalan MA NU 09 Darussa'adah, juga hadir beberapa pangkalan lain seperti MTs NU Darussa'adah, MTs NU 27 Unggulan, SMP NU 09 Rowosari, SMP N 2 Weleri, SMP N 1 Rowosari, SMP Muhammadiyah 11 Rowosari, dan MTs Al Islam Rowosari. Juga hadir dari pangkalan SMK NU 02 Rowosari, SMAN 1 Rowosari, dan SMA Rifa'iyah Rowosari.

Acara dibuka oleh Kakwaran Rowosari diwakili oleh Kakak M. Khafidz. Dalam sambutan pembukaannya, dia mengapresiasi kegiatan seminar ini sebagai langkah menggairahkan gerakan pramuka di wilayah Kwartir Ranting Rowosari Kendal. "Kegiatan positif seperti ini agar menjadi contoh bagi pangkalan-pangkalan lain di wilayah Kecamatan Rowosari," tegasnya.

Usai upacara pembukaan, dilanjutkan seminar dengan nara sumber dari Dewan Kerja Cabang Kendal. Dengan berbagai materi yang disampaikan, semua peserta dapat mengikutinya dengan hidmat penuh semangat.

Pembina gerakan Pramuka Ambalan As Syafi'i - Robi'ah Ad Dawiyah Moh. Warno menyampaikan bahwa kegiatan ini sebagai rangkaian pra Musyawarah Ambalan (Musyam) Gugus Depan 16.85 - 16.86 yang akan diadakan keesokan harinya pada Sabtu 28/1.

DEngan kegiatan seminar ini diharapkan menjadi bekal bagi para peserta mendapatkan wawasan kepramukaan, sehingga dapat mengembangkan kegiatan di pangkalan masing-masing. Juga agar nilai-nilai luhur pramuka dapat terwujud dalam kehidupan sehari-hari baik di lingkungan sekolah maupun di tengah-tengah masyarakat. Sis Maula*



MA NU 09 Darussa'adah Rowosari resmi ditetapkan sebagai Madrasah Aliyah penyelenggara Program Keterampilan. Keputusan ini sebagaimana Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 1023 Tahun 2016 tentang Pedoman penyelenggaraan Program Keterampilan di Madrasah Aliyah tertanggal 22 Februari 2016.

BACA JUGA TAUTAN BERITA BERIKUT : 

Sebagaimana kedudukan Program Keterampilan di Madrasah Aliyah Darussa'adah Rowosari, program ini sebagai bentuk tambahan lintas minat di Madrasah Aliyah penyelenggara Program Keterampilan.

Di tingkat satuan pendidikan, program ini secara resmi telah dilaunching program keterampilan pada Rabu 14/12 oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Tengah. Acara yang dibarengkan dengan peringatan haul ke-9 pendiri Yayasan Darussa'adah Prof. DR. H. A. Qodri A Azizy ini juga dihadiri para sahabat almarhum.

MA NU 09 Darussa'adah terpilih sebagai MA penyelenggara program keterampilan karena sudah memenuhi syarat-syarat penyelenggaraan. Di antara syarat itu adalah bahwa Madrasah terkait sudah melaksanakan Kurikulum pendidikan tahun 2013 (K-13).

Ada 3 jenis program keterampilan yang dipilih di madrasah ini. Pertama; untuk kelompok teknologi memilih Teknik Komputer dan jaringan (TKJ) dengan materi pembelajaran pengenalan komputer, merakit personal komputer, melakukan instalasi sistem operasi dasar hingga Praktik Kerja Lapangan (PKL)/ tugas akhir.


BACA JUGA TAUTAN BERITA BERIKUT : 

Kedua; Kelompok Kejuruan memilih Tata Busana dengan materi pembelajaran mengenal alat menjahit, memahami teknologi menjahit, mengenal pengetahuan bahan tekstil hingga Praktik Kerja Lapangan (PKL)/ tugas akhir.

Dan ketiga; Kelompok Pertanian/ Kelautan meilih Budidaya ternak Ikan Air Tawar dengan materi pembelajaran dasar-dasar budidaya ikan, pembenihan ikan secara alami, pembenihan ikan secara semi buatan dan secara buatan hingga Praktik Kerja Lapangan (PKL)/ tugas akhir.

Dengan ditetapkan sebagai Madrasah penyelenggara  Program Keterampilan ini diharapkan mampu meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam rangka meningkatkan mutu dan daya saing bangsa dalam mencapai target pembangunan nasional memalui Madrasah Aliyah Darussa'adah Rowosari Kendal. Sis Maula*



 
Gerakan Pramuka Pangkalan MA Darussa'adah Rowosari mengadakan kegiatan HUT 11 Ambalan Asy Syafi'i - Robi'ah Adawiyah pada Jum'at siang 2/9. Hadir sebelumnya Kamabigus Kak Moh. Musta'in, Kagudep Kak Siswnto, Pembina Kak Moh. Warno, juga Kak Mustaghfirin dan Kak Ahmad Dimyati yang keduanya pernah "babat alas" sejak awal berdirinya. 
Hadir juga Pradana Ambalan Asy Syafi'i Ahmad Kuzali dan Ambalan Robi'ah Adawiyah Putri Utami Sari, juga jajaran alumni yang ikut menyemarakkan acara tahunan ini.
Acara dimulai pukul 14.00 WIB dengan pembukaan, Pembacaan Tahlil, dilanjutkan Sambutan-sambutan.
Dalam sambutannya, Kak Warno dan Kak Mustaghfirin mengisahan awal berdirinya pramuka 11 tahun silam. Sejak awal berdirinya pada 2005, Siswa-siswi MA Darussa'adah Rowosari semua mengikuti ekstra organisasi kepanduan ini. Acara dilanjutkan pemotongan tumpeng dan ramah tamah. 
Sesuai jadwal acara berakhir pukul 16.00 WIB. Diharapkan peringatan HUT seperti ini bisa dilaksanakan secara berkelanjutan di tahun-tahun berikutnya. Dengan mengingat perjuangan Pramuka di pangkalan MA Darussa'adah Rowosari, diharapkan akan memacu semangat bagi generasi berikutnya.


DO'A PADA UPACARA PERINGATAN HUT KE-71 KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA
Pada Instansi Pusat dan Daerah
Rabu, 17Agustus2016

Ya Allah, Tuhan Yang Maha Esa,
Di pagi yang berkah ini, kami seluruh bangsa Indonesia bersimpuh mempersembahkan puji syukur ke hadirat-Mu. Engkau Maha Pencipta alam semesta, Engkau jualah yang mengatur alam seisinya, dan Engkau pula yang telah membebaskan bangsa kami dari penjajahan. Perkenankanlah kami, seluruh bangsa Indonesia, pada pagi had ini memperingati detik-detik proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia ke-71, untuk mensyukuri nikmat agung anugerah-Mu: nikmat kemerdekaan.

Ya Allah, Tuhan Maha Pemersatu,
Jadikanlah peringatan detik-detik proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia ini sebagai momentum untuk dapat merekatkan persatuan dan kesatuan bangsa kami. Jauhkanlah kami dari perselisihan, permusuhan, dan perpecahan. Kuatkan ikatan di antara bangsa kami agar senantiasa sating menyemai kedamaian, saling menjaga kerukunan, saling menampakkan keramahan, dan saling menyokong kemajuan. Eratkan tali seluruh anak negeri agar senantiasa saling menjaga persaudaraan sekaligus saling mengingatkan dalam kebaikan.

Ya Allah, Tuhan Yang Maha Bijaksana,
Engkau telah menganugerahi kami dengan kekayaan bumi, air, dan udara. Bukalah pikiran kami agar bijaksana memanfaatkan anugerah-Mu demi kejayaan negeri. Lapangkan nurani kami agar senantiasa bersih dan suci dalam meraih kenikmatan, Kuatkan kaki dan tangan kami agar mampu menghadapi tantangan perkembangan zaman. Jadikan kami bangsa yang senantiasa bersyukur, menjunjung sikap jujur, dan memperoleh karunia-Mu sebagai negeri yang makmur.

Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pemberi Petuniuk,
Engkau telah memberkati dan merahmati kami kemerdekaan yang amat berarti. Bimbinglah kami agar dapat merawat kemerdekaan itu sesuai dengan ridla-Mu. Segarkan ingatan kami untuk mengenang arti satu dua nyawa yang melayang demi kemerdekaan. Jernihkan hati kami untuk memahami makna sejati memanusiakan manusia dalam bingkai kemerdekaan. Ringankan gerak kami untuk mengisi hari-hari merdeka dengan kekuatan iman, kemuliaan adab, keadilan hukum, dan kesejahteraan yang merata. Mantapkan langkah kaki kami untuk menjejak jalan yang benar dalam menggapai masa depan bangsa dan negeri ini.

Ya Allah Tuhan Yang Maha Pengampun dan Pengabul segala Do’a,
Ampunilah semua dosa kami, dosa-dosa ibu bapak kami dan guru kami, dosa para pemimpin kami dan para pendahulu kami. Terimalah amal dan perjuangan para pahlawan dan syuhada yang telah memerdekakan bangsa dan negara kami. Muliakan mereka dengan kehidupan hakiki di alam abadi.
Ya Allah, kabulkanlah doa dan segala permohonan kami, Engkau Maha Pengampun dan Maha mengabulkan segala doa.






Label

Selayang MA Darussa'adah

Selayang MA Darussa'adah

Total Tayangan Halaman

Popular Posts

Blog Archive