Dalam rangka memeriahkan Dasawarsa MA DARUSSA'ADAH ROWOSARI - KENDAL, Panitia Dasawarsa gelar AUDISI DARUSSA'ADAH ACADEMY (D'ACADEMY) tingkat SMP/MTs di Kabupaten Kendal dan Batang yang akan dilaksanakan pada:
Hari      : Kamis
Tanggal : 14 Mei 2015
Pukul    : 07.00 WIB - selesai
bertempat di HALAMAN MA DARUSSA'ADAH ROWOSARI KENDAL

Berikut Juklak & Juknis Audisi



PETUNJUK PELAKSANAAN & PETUNJUK TEKNIS
AUDISI D’ACADEMY@SCHOOL & LOMBA KREASI KAIN FLANEL
DALAM RANGKA
DASAWARSA MA DARUSSA’ADAH ROWOSARI KENDAL
TAHUN 2015


AUDISI D’ACADEMY@SCHOOL

A. PENDAFTARAN
1.    Pendaftaran AUDISI D’ACADEMY@SCHOOL dimulai Pada Senin tanggal 27 April 2015 dan ditutup sampai Selasa tanggal 12 Mei 2015, pada saat Technical Meeting. Apabila jumlah peserta telah mencapai target, maka pendaftaran sewaktu-waktu dapat ditutup.
2.    Mengisi formulir pendaftaran yang dapat diambil di sekretariat panitia di Kantor MA Darussa’adah Rowosari, Jl. Utama Bulak RT. 03/01 Kec. Rowosari Kendal, atau di kantor Sekolah/Madrasah tempat belajar dengan melampirkan.
a.    Surat Rekomendasi dari Sekolah/ Madrasah.
b.    Foto Copy Kartu Pelajar
3.    Peserta yang mendaftar melalui SMS bisa mengumpulkan formulir pada saat Technical Meeting (TM), dengan dilampiri Surat Rekomendasi dari Sekolah/ Madrasah dan Foto Copy Kartu Pelajar
4.    Pendaftaran tidak dipungut biaya

B. WAKTU PELAKSANAAN
1.    Pelaksanaan Technical Meeting (TM) dan pengambilan nomer urut tampil:
Hari                 : Selasa, 12 Mei 2014
Waktu              : 13.30 WIB - selesai
Tempat            : Lantai 2 MA Darussa’adah Rowosari Kendal,
Jl. Utama Bulak RT. 03/01 Kec. Rowosari Kendal
2.    Pelaksanaan Lomba AUDISI D’ACADEMY@SCHOOL :
Hari                 : Kamis, 14 Mei 2014
Waktu              : 07.00 WIB - selesai
Tempat            : Halaman MA Darussa’adah Rowosari Kendal,
Jl. Utama Bulak RT. 03/01 Kec. Rowosari Kendal
3.    Pengambilan nomer urut tampil dilaksanakan pada saat TM.
4.    Melakukan Registrasi ulang dan cek peserta dilaksanankan pada Kamis, 14 Mei 2014 pukul 07.00-08.00 WIB sebelum upacara pembukaan.
5.    Upacara pembukaan dimulai pada pukul 08.00 WIB – selesai

C. PESERTA

1.    Peserta adalah Peserta Didik SMP/MTs di Kabupaten Kendal & Kabupaten Batang
2.    Diperioritaskan Peserta Didik kelas IX (dibuktikan dengan Kartu Pelajar)
3.    Bagi delegasi lembaga maksimal mengirim 3 peserta
4.    Saat tampil mengenakan pakaian  sopan (berjilbab untuk peserta putri)
5.    Peserta diperbolehkan membawa supporter/ pendukung dari sekolah/Madrasah yang memberikan rekomendasi untuk memberikan semangat dan menyanyikan WOYOOOO WOYOOOO saat peserta menuju panggung.
6.    Supporter terbanyak, kompak, tertib, dan paling bersemangat akan mendapat marchendise dari panitia.

D. PETUNJUK TEKNIS
     1). AUDISI 10 BESAR
1.    Semua peserta menyanyikan 1 Lagu Wajib (Qosidah) dengan judul Bebas
2.    Dari semua peserta akan diambil 10 besar yang akan masuk Audisi 3 Finalis
3.    Penilaian didasarkan pada blanko penilaian yang dibawa juri
4.    Peserta lomba yang dipanggil sebanyak 3 kali berturut-turut tidak datang, maka harus menerima konsekuensi untuk tampil akhir.
5.    Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat.

     2). AUDISI 3 FINALIS
1.    Peserta yang lolos audisi 10 besar akan menyanyikan 2 lagu:
a.    Satu Lagu Wajib (Qosidah) dengan judul sesuai pada Audisi 10 besar, dan
b.    Satu lagu pilihan (Dangdut) dengan judul bebas
2.    Dari 10 besar peserta akan diambil 3 finalis yang akan ditetapkan sebagai juara 1, Juara 2, dan Juara 3.
3.    Penilaian didasarkan pada blanko penilaian yang dibawa juri
4.    Peserta lomba yang dipanggil sebanyak 3 kali berturut-turut tidak datang, maka harus menerima konsekuensi untuk tampil akhir.
5.    Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat.

E. ASPEK PENILAIAN

a.    Kualitas Vokal & Penguasaan Lirik lagu
b.    Teknik penguasaan panggung
c.    Ekspresi terhadap lagu
d.    Wardrobe (Costum)

F. KEJUARAAN DAN FASILITAS PESERTA

1. Diambil 3 pemenang, dengan rincian:
Ø  Juara 1 : Trophy + sertifikat + uang pembinaan + beasiswa pendidikan*)
Ø  Juara 2 : Trophy + sertifikat + uang pembinaan + beasiswa pendidikan*)
Ø  Juara 3 : Trophy + sertifikat + uang pembinaan + beasiswa pendidikan*)
*)Bea siswa pendidikan syarat & ketentuan berlaku
2. Semua peserta mendapat sertifikat/piagam penghargaan.

G. LAIN-LAIN
Hal-hal yang kurang jelas dapat ditanyakan kepada panitia pada saat Technical Meeting (TM).

 ------------------------------------------------------------------------------------------- 

LOMBA KREASI KAIN FLANEL
A. PENDAFTARAN
1.    Pendaftaran LOMBA KREASI KAIN FLANEL dimulai Pada Senin tanggal 27 April 2015 dan ditutup sampai Selasa tanggal 12 Mei 2015 pukul 16.00 WIB. Apabila jumlah peserta telah mencapai target, pendaftaran sewaktu-waktu dapat ditutup.
2.    Mengisi formulir pendaftaran yang dapat diambil di sekretariat panitia di Kantor MA Darussa’adah Rowosari, Jl. Utama Bulak RT. 03/01 Kec. Rowosari Kendal, atau di kantor Sekolah/Madrasah tempat belajar dengan melampirkan.
a.    Surat Rekomendasi dari Sekolah/ Madrasah.
b.    Foto Copy Kartu Pelajar
3.    Peserta yang mendaftar melalui SMS bisa mengumpulkan formulir pada saat Technical Meeting (TM), dengan dilampiri Surat Rekomendasi dari Sekolah/ Madrasah dan Foto Copy Kartu Pelajar
4.    Pendaftaran tidak dipungut biaya

B. WAKTU PELAKSANAAN
1.    Pelaksanaan Lomba LOMBA KREASI KAIN FLANEL:
Hari                 : Kamis, 14 Mei 2014 Pukul 07.00 WIB - selesai
Tempat            : Halaman MA Darussa’adah Rowosari Kendal,
  Jl. Utama Bulak RT. 03/01 Kec. Rowosari Kendal
2.    Melakukan Registrasi ulang dan cek peserta dilaksanankan pada Kamis, 14 Mei 2014 pukul 07.00-08.00 WIB sebelum upacara pembukaan.
3.    Upacara pembukaan dimulai pada pukul 08.00 WIB – selesai

C. PESERTA
1.    Peserta adalah Peserta Didik SMP/MTs di Kabupaten Kendal & Kabupaten Batang
2.    Diperioritaskan Peserta Didik kelas IX (dibuktikan dengan Kartu Pelajar)
3.    Jumlah delegasi dari lembaga tidak dibatasi

D. PETUNJUK TEKNIS
1.    Bahan material membawa sendiri dan tidak boleh melebihi harga Rp. 10.000,- (sepuluh ribu rupiah)
2.    Membawa peralatan sendiri.
3.    Dikerjakan di tempat lomba dengan durasi waktu paling lama 60 menit.
4.    Kreasi Kain Flanel bias berbentuk Bros, boneka, dompet, dll
5.    Hasil kreasi peserta menjadi hak milik panitia.
6.    Penilaian didasarkan pada blanko penilaian yang dibawa juri
7.    Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat.

E. ASPEK PENILAIAN
Aspek penilaian meliputi : 1). Kreatifitas, 2). Kerajinan, dan 3).Kecepatan (Waktu)

F. KEJUARAAN DAN FASILITAS PESERTA
1. Dari semua peserta akan diambil 3 pemenang, dengan rincian:
Ø  Juara 1 : sertifikat + uang pembinaan + beasiswa pendidikan*)
Ø  Juara 2 : sertifikat + uang pembinaan + beasiswa pendidikan*)
Ø  Juara 3 : sertifikat + uang pembinaan + beasiswa pendidikan*)
*)Bea siswa pendidikan syarat & ketentuan berlaku
2. Semua peserta mendapat sertifikat/piagam penghargaan.

G. LAIN-LAIN
Hal-hal yang kurang jelas dapat ditanyakan langsung kepada panitia pada saat Technical Meeting (TM).

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


DOWNLOAD FORMULIR PENDAFTARAN

(Klik gambar lalu save image as ke komputer anda, print dan isi data Anda)

FORMULIR AUDISI D'ACADEMY

FORMULIR LOMBA KREASI KAIN FLANEL (1)

  
FORMULIR LOMBA KREASI KAIN FLANEL (2)



(Pesan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan  kepada Peserta Sosialisasi Ujian Nasional 2015)

BSNP Jakarta - Ujian Nasional (UN) mesti dimaknai sebagai proses latihan dan ujian integritas, bukan hanya sekedar penilaian terhadap kompetensi lulusan pada mata pelajaran tertentu. UN harus menjadi proses pembelajaran, bukan sebalilknya, belajar untuk UN. Semangat yang perlu dikembangkan dalam UN adalah untuk kejujuran. Oleh karena itu mari kita dorong semua pihak yang terlibat dalam UN untuk jujur.
Demikian pesan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Bawesdan kepada peserta sosialisasi UN yang dilaksanakan pada hari Rabu (25/2/2015) di Gedung C Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Acara yang diselenggarakan oleh Balitbang bekerjasama dengan  BSNP ini dihadiri para Kepala Dinas Pendidikan Provinsi, Kepala LPMP, Wakil Rektor Bidang Akademik dari perguruan tinggi koordinator pemindaian lembar jawaban UN, dan perwakilan dari unsur  Panitia UN Tingkat Pusat, termasuk dari Kementerian Agama.
Dalam kesempatan tersebut, Anies Bawesdan mengatakan bahwa dalam pelaksanaan UN 2015 ada perubahan yang sangat mendasar, yaitu kelulusan siswa ditentukan oleh satuan pendidikan. Dengan demikian fungsi UN tidak lagi menentukan kelulusan.
“Dengan diserahkannya kewenangan penentuan kelulusan kepada satuan pendidikan, artinya sekolah memegang amanat yang sangat besar. Tidak boleh disalahgunakan.  UN merupakan bentuk pelatihan tatakelola yang baik dan ujian integritas . Dengan demikian, integritas dalam pelaksanaan UN sangat penting. Yang lebih penting lagi, jangan sampai anak-anak Indonesia kalah di mana-mana bukan karena kompetensi, keterampilan, dan pengetahuan mereka, tetapi karena integritas mereka yang  rendah”, pesan Anies.
Dalam kesempatan tersebut, Anies juga mengakui adanya keterlambatan dokumen yang menjadi payung hukum pelaksanaan UN 2015, terutama revisi Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
“Sampai sekarang, teks legalnya masih  antri untuk ditandatangani Presiden. Pada level Kementerian Hukum dan HAM, sudah selesai. Namun demikian, kita tetap bisa menyiapkan pelaksanaan UN dengan matang supaya UN memiliki pesan yang positif untuk kemajuan pendidikan di Indonesia”, ucapnya.
Mantan Rektor Paramadina tersebut menepis adanya  kekhawatiran di kalangan tertentu dengan dihilangkannya fungsi UN sebagai penentu kelulusan dari satuan pendidikan, motivasi murid untuk belajar menurun.
“Jangan sampai motivasi belajar murid-murid menurun karena UN tidak lagi menentukan kelulusan. Jika selama ini  UN hanya dipahami sebagai kelulusan dan yang ada dalam pikiran murid-murid adalah LULUS atau TIDAK LULUS, maka mulai sekarang, mari kita memulai langkah baru dalam siklus pendidikan nasional dengan menjadikan UN sebagai instrumen untuk memotivasi  murid-murid dalam belajar” papar Anies yang saat itu memakai baju putih lengan panjang.
Salah satu langkah perbaikan yang kita lakukan tahun ini untuk memotivasi siswa belajar, tambah Anies, adalah dengan membuat format sertifikat atau Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional (SKHUN) lebih komprehensif dan detail, tidak hanya sekedar mencantumkan skor atau angka dan keputusan lulus atau tidak lulus, tetapi juga memuat informasi penting tentang capaian kompetensi siswa dan posisinya dibandingkan dengan teman-teman dalam satu sekolah  maupun secara nasional.
Terkait dengan hasil UN, Anies mengatakan bahwa perguruan tinggi di Malaysia dan Hongkong  sudah menggunakan hasil UN sebagai seleksi masuk ke perguruan tinggi. Para siswa tidak lagi mengikui ujian masuk perguruan tinggi, tetapi cukup memberikan hasil UN. Artinya, UN diakui dunia internasional, oleh sebab itu menjadi kewajiban dan tanggungjawab kita bersama untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan UN, sehingga menghasilkan UN yang kredibel, jujur, dan berkualitas.
Selain pengarahan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, pada kesempatan tersebut juga disampaikan beberapa kebijakan yang terkait dengan pelaksanaan UN. Bertindak sebagai penyaji materi adalah Nizam Kepala Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik), Bambang Suryadi (BSNP) dan Dadang Sudiyarto Sekretaris Balitbang Kemdikbud.  (BS)
 Sumber : http://bsnp-indonesia.org/id/?p=1762

Tercatat mulai pertengahan Mei bulan depan, Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) MA Darussa'adah Rowosari tahun 2015/2016 akan dibuka untuk gelombang satu. Panitia PPDB sudah mulai bergeliat untuk menerima para peserta didik yang akan belajar di Lembaga pendidikan yang didirikan Prof. Dr. H. A. Qodri A Azizy, PhD itu. Rapat bersama Komite Madrasah juga tokoh masyarakat telah dilgelar.

 Dalam rapat itu, Kepala Madrasah Moh. Musta'in, S.Ag mohon saran kepada pengurus komite dan para tokoh yang hadir perihal penerimaan siswa baru. Selain permohonan sumbang saran terkait PPDB, Pak Ta'in -sapaan akrabnya- juga mohon untuk ikut membantu dalam proses belajar mengajar bagi siswa yang sudah belajar di MA Darussa'adah.
Ketua Panitia PPDB Mahfud Awaludin, S.Si menghimbau kepada segenap civitas MA Darussa'adah agar lebih semangat dalam PPDB Tahun ini. Harapan besar PPDB tahun ini lebih meningkat baik segi kualitas maupun kuantitas dibanding tahun sebelumnya.



Tidak seperti biasanya, kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW di MA Darussa’adah Rowosari Kendal tahun ini berlangsung lebih meriah. Peringatan tahunan yang dihelat pada Sabtu pagi (16/1) kemarin diadakan bersama dengan siswa-siswi MTs Darussa’adah. Tak ayal, balairung MA penuh sesak siswa-siswi dari dua lembaga pendidikan itu.
Karena acara bersama, tim hadrah juga berkolaborasi. Dari MA Darussa’adah diwakili tim rebana yang pernah mengikuti vestifal tingkat propinsi di Universitan NegeriSemarang (Unnes) 2004, sementara dari dari MTs Darussa’adah oleh siswa-siswi yang mengikuti ekstra rebana.
Disamping meriah, kegiatan memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW itu juga berlangsung khidmad. Kedua Kepala Madrasah Moh. Musta'in, S.Ag. MPd (MA Darussa'adah) dan Nanang Husni Faruq, SE. SHI. juga turut hadir pada acara itu. Tak terkecuali dewan guru dan karyawan. Kepala Madrasah MA Darussa’adah Moh. Musta’in, S.Ag. MPd mengapresiasi kegiatan yang dihelat pengurus OSIS ini.
Acara semakin meriah ketika mauidhoh hasanah diisi oleh Ibu Nur Wakidah yang menyempaikan pesan moral dengan gaya yang menarik perhatian siswa. Lemparan tanya jawab Bu Nur –sapaan akrabnya- membuat materi yang disampaikan mudah dicerna para siswa, yang sebelumnya pembacaan tahlil oleh Ust. Saiful Nadzif.
Kegiatan ditutup pembacaan do’a oleh H. A. Solikhul Hadi dilanjutkan pembacaan sholawat oleh para siswa. (SM)

Dari kanan: Moh. Musta'in, SAg, MPd, Rumhan Basori (Kemenag RI), Siddiq Susdiyanto (Kemenag RI)
Warga Kabupaten Kendal, khususnya wilayah Kecamatan Rowosari  memadati halaman MTs/MA Darussa’adah Rowosari pada peringatan Haul ke-7 Prof. Dr. H. Ahmad Qodri Abdillah Azizy, MA. PhD pada Ahad pagi 18/1.
Seperti diketahui, Prof. Qodri –sapaan akrabnya- meninggal pada Rabu 19 Maret 2008 pada usia 53 tahun di Rumah Sakit Mounth Elizabeth Singapura  dan dikebumikan di daerah kelahirannya di Desa Bulak Kecamatan Rowosari Kabupaten Kendal.
Sebelum mendirikan Yayasan Darussa’adah di Tempat kelahirannya, dia pernah menjabat sebagai Rektor IAIN Walisongo Semarang pada 1997 –sekarang UIN Walisongo-, dilanjutkan sebagai Direktur Jenderal (Dirjen) Kelembagaan Agama Islam Departemen Agama 2002 – 2005, Inspektur Jenderal (Irjen) Departemen Agama (Depag) sejak 2005 – 2007, dan berakhir sebagai Sekretaris Menteri Perekonomian dan kesejahteraan Rakyat (Sesmenko Kesra) pada masa pemerintahan SBY.
Suasana haul 7 Prof. Dr. H. Ahmad Qodri Abdillah Azizy, MA. PhD, Pendiri Yayasan Darussa'adah
Hadir dalam acara tahunan ini. Ruhman Basori, Siddiq Sisdiyanto, keduanya pernah menjadi mahasiswa di IAIN Walisongo yang sekarang bekerja di Kantor Kementerian Agama RI. Ruhman mengisahkan perjuangan Prof. Qodri saat memimpin IAIN Walisongo. “Dia begitu perhatian pada semua mahasiswa, setiap kegiatan difasilitasi, terutama yang berkaitan dengan tulis-menulis”. Kenang Ruhman.
Ini karena Prof. Qodri, selain intelektual, dia dikenal sebagai penulis produktif. Diantara karya yang  fenomenal adalah buku berjudul ‘Reformasi Birokrasi’. Dikatakan fenomenal karena buku ini sarat kritik pemerintahan yang ditulis saat dia menjabat sebagai pejabat pemerintah. Itu sebabnya dia tidak hanya dikagumi di kalangan intelektual muslim tapi juga para politisi.
gebrakan mengejutkan lagi saat dia menjabat sebagai Dirjen Bagais –sekarang Pendis-. Dengan memberikan penyetaraan (mu’adalah) kepada alumni pondok pesantren salaf yang ingin terjun ke dunia pendidikan formal di perguruan tinggi yang akhirnya menelorkan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Pendidikan Nasional.
Acara berlangsung khidmat kendati diguyur hujan. Ceramah agama oleh Drs. KH. Agus Sholeh, MAg. Hadir juga dalam acara ini jama’ah Al Khidmah di Kabupaten Kendal, jajaran Muspika,dan jajaran  pengurus Yayasan Darussa’adah. “Diharapkan, acara Haul mengenang Prof. Qodri ini bisa berlangsung terus-menerus setiap tahun dan lebih semarak”. Terang Dr. Tolkhatul Khoir, MAg. melalui ketua panitia  Moh. Musta'in, SAg. MPd yang juga Kepala MA Darussa'adah Rowosari Kendal. (Sis Maula)

http://www.nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,2-id,57096-lang,id-t,Mengenal+Prof+Qodri+Azizy-.phpx


Jelang peringatan Haul ke 7 pendiri Yayasan Darussa'adah Rowosari Kendal, MA Darussa'adah berbenah menyambut kegiatan tahunan, yang pada 2015 ini akan digelar pada Ahad pagi 18/1 di halaman MA/MTs Darussa'adah Rowosari Kendal.
Seperti diketahui, Pendiri Yayasan Darussa'adah Rowosari Prof. Dr. H. AHMAD QODRI ABDILLAH AZIZY, MA. PhD, meninggal pada Rabu 19 Maret 2008/ 11 Robi'ul Awal 1429 di RS Mounth Elizabeth Singapura. Atau dalam hitungan 3 tahun setelah mendirikan Yayasan Darussa'adah.
Untuk mengenang kepergiannya, pihak keluarga menggelar kegiatan haul setiap tahun. Namun, kegiatan difokuskan di kediaman keluarga almarhum di Desa Bulak 5/2 Rowosari, 300 meter dari MA Darussa'adah. Untuk haul 7 kali ini, kegiatan dipusatkan di halaman MTs/MA Darussa'adah dimaksudkan agar semua civitas Yayasan baik jajaran guru, karyawan, dan siswa ikut mengenang perjuangan beliau. Termasuk masyarakat sekitar bisa ikut berdo'a bersama untuk almarhum.
Acara yang dikemas dengan pengajian umum HAFLAH DZIKIR, MAULIDURRASUL SAW DAN HAUL ini juga mengundang jama'ah Al Khidmah di sekitar Yayasan terutama di Wilayah Kabupaten Kendal.

Pendiri Yayasan Darussa'adah Rowosari kendal Prof. H. Masykuri Abdillah Azizy (dua dari kiri) pada bedah buku "Mengelola Kemajemukan Umat Beragama" di Jakarta pada Rabu 15/8.
Jakarta(Pinmas)—Sekjen Kementerian Agama H. Bahrul Hayat mengatakan, kemajemukan bangsa harus dikelola sebagai kekuatan dan potensi yang dapat didayagunakan untuk memajukan bangsa dan negara, bukan sebaliknya menjadi sumber pemicu disintegrasi bangsa.
Karena itu, mengelola kemajemukan beragama mutlak diperlukan agar eksistensi bangsa ini tak terancam dan cita-cita tujuan nasional dapat diwujudkan, kata Bahrul Hayat saat bedah buku “Mengelola Kemajemukan Umat Beragama” di Jakarta, Kamis.
Dalam pemaparan bedah buku tersebut, tampil sebagai pembedah Prof. Dr. Masykuri Abdillah dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah -yang juga Pendiri Yayasan  Darussa’adah Rowosari Kendal.red-, Sekretaris Eksekutif dan Direktur Konferensi Waligreja (KWI) Romo Edy Purwanto, Pr. Bertindak sebagai moderator Syafii Mufi.
Sekjen Kemenag menjelaskan, Indonesia secara faktual adalah negara majemuk, baik dari segi suku bangsa, agama, budaya, bahasa maupun karakteristik geografis. Di sisi lain, Indonesia pun mengalami berbagai konflik sosial keagamaan baik intra maupun antarumat beragama. Jika dilihat dari sumber terjadinya konflik umat beragama dapat dikategorikan dalam figa faktor: eksogen, endogen dan relasional.
Globalisasi telah melahirkan tatanan sosial baru dengan indentitas yang menyebar dan masyarakat yang “cair”,kata Bahrul.
Konflik internasional di berbagai negara, persoalan kemiskinan dan kesenjangan ekonomi dan pendidikan, hubungan lintas agama tak lagi merupakan antarbangsa tetapi merupakan hubungan antarmanusia terlepas dari batas geografis. Belum lagi universalisasi HAM, termasuk kebebasan berekspresi dan terorisme internasional.
Semua itu merupakan pengaruh perkembangan lingkungan strategis global.
Pokok persoalan dari konflik, menurut dia, akibat lemahnya solidaritas sosial berdasarkan: peraturan perundangan, norma kesepakatan sosial, norma agama dan tata nilai kultural.
Lemahnya ikatan kebangsaan umat beragama yang menempatkan kepentingan kelompok agama di atas kepentingan bangsa. Belum tumbuhnya sikap multikultural yang mengakui, menghargai dan bekerja sama. Masih adanya ketidakadilan sosial, politik dan ekonomi antarumat beragama. Termasuk belum optimalnmya pengembangan dan pemberdayaan berbagai institusi sosial keagaman. Solusi
Dalam buku setebal 232 halaman dengan editor Drs. H. Zainuddin Daulay MA, kemudian Bahrul juga memberikan solusi terhadap persoalan yang dihadapi melalui pendekatan berlapis didukung kebijakan dan strategi yang tepat. Sikap saling mengakui dan menyadari pluralisme amat penting. Termasuk pula sikap saling menghormati (toleransi) dan sikap saling kerja sama (resiprokal).
Prof. Masykuri dalam menanggapi penulis menyatakan bahwa diperlukan antisipasi dini agar suatu sengketa atau ketegangan antarumat beragama tidak berkembang menjadi konflik dan kekerasan. Melibatkan tokoh agama, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) maupun aparat sangat penting.
Perlu peningkatan dialog dan kerja sama antarumat agama, baik di bidang ekonomi mapun sosial. Para tokoh agama perlu mensosialisasikan etika protes, termasuk terhadap pelanggaran regulasi dalam pendirian rumah ibadah, yakni dengan cara bijaksana dan tidak dengan kekerasan, katanya.

Sementara Edy Purwanto dari KWI minta agar gagasan dari buku tersebut perlu dituangkan dalam alur dan pola pemikiran yang jelas. Secara keseluruhan, ia mengapresiasi penulis buku tersebut yang meski punya waktu sedikit masih mau meluangkan pikirannya untuk memberi kontribusi terhadap kerukunan umat. Buku ini pantas dibaca oleh para pemangku kepentingan: pengambil kebijakan di Kemenag, majelis agama, Ormas Keagamaan, dan lainnya.(ant/ess)
diolah dari www.kemenag.go.id

Ketua PLP. Ma'arif Kendal Drs. H. Ibnu Darmawan, M.Pd (kiri) didampingi Kepala MA Darussa'adah  Moh. Musta'in, S.Ag pada MGMP PPKn Kab. Kendal di Lab. Board Actif Lantai 2 MA Darussa'adah Rowosari  pada Kamis 27/11.

Musyawarah Kerja Guru Mata Pelajaran (MGMP) PPKn Kab. Kendal diadakan di MA DARUSSA’ADAH Rowosari Kendal pada Kamis pagi 27/11. Kegiatan yang dipandegani LP. Ma’arif Kab. Kendal ini dihadiri semua guru Mapel PPKn baik MA, SMA, maupun SMK dibawah naungan LP. Ma’arif.  Ini pertemuan kesekian kalinya setelah sebelumnya digelar di MA NU 3 Sunan Katong Kaliwungu.

Kepala MA Darussa’adah Rowosari Moh. Musta’in, S.Ag selaku tuan rumah menyambut baik dan merasa terhormat kegiatan ini diadakan di satuan pendidikan yang dia pimpin. Terlebih, yang bertindak sebagai tutor adalah Ketua LP. Ma’arif Kab. Kendal Drs. H. Ibnu Darmawan, M.Pd. “Istilah orang Jawa, yang hadir ora baen-baen, langsung Pimpinan tertinggi LP Ma’arif Kendal.” Terang Musta’in yang juga pengurus harian LP Ma’arif Kab. Kendal pada sambutan sebagai tuan rumah.

Para peserta MGMP dari MA NU 09 Darussa'adah  Rowosari, MA NU 06 Cepiring, MA NU 08 Pageruyung, MA NU 10 Sukorejo, SMK NU 04 Patebon, SMK NU 03 Kaliwungu, SMA NU 04 Al Ma’arif Kangkung, SMK NU 01  Kendal, SMK NU 08 Darul Fikri,  SMA NU 03 Mualimin Weleri, MA NU 05 Gemuh, MA NU 02 Muallimin, MA NU 04 Alma Arif Boja, SMK NU 06 Muallimin Weleri, SMA NU 02 Sunan Abinawa Pegandon, SMA NU 01 Al Hidayah,  MA NU 03 Sunan Katong, SMK NU 02 Rowosari, SMK NU 05 Kaliwungu Selatan, SMK NU 07 Wahid Hasyim Ringinarum, MA NU 07 Karang Malang, dan SMA NU 05 Brangsong.

Pada kesempatan yang sama, ketua LP. Ma’arif Kab. Kendal Drs. H. Ibnu Darmawan, M.Pd berharap kegiatan MGMP di Kabupaten Kendal khususnya di tingkat satuan pendidikan di bawah naungan LP Ma’arif Kendal harus berjalan. Ini dimaksudkan agar kualitas sebagai guru terus ditingkatkan. “ya dengan MGMP ini kita bisa meningkatkan kualitas sebagai tenaga pendidik”. Tegasnya.

Itu sebabnya, sebagai ketua LP Ma’arif,  pak Ibnu –sapaan akrabnya-  gencar menggerakkan MGMP di Kabupaten Kendal. Dia juga siap diundang kapan saja jika ada MGMP di setiap satuan pendidikan. Acara berlangsung hidmat. Direncanakan, pertemuan berikutnya pada akhir Januari 2015 di MA NU NU 06 Cepiring Kendal. SM*

Label

Selayang MA Darussa'adah

Selayang MA Darussa'adah

Total Tayangan Halaman

Popular Posts

Blog Archive